https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   31 August 2021 - 09:30 wib

Pelanggaran Berat Pimpinan KPK Cuma Potong Gaji, Harusnya Lanjut

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar disanksi pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama 12 bulan. 

Majelis Etik Dewan Pengawas KPK memutuskan itu, setelah terbukti Lili melanggar kode etik dan pedoman perilaku berupa penyalahgunaan pengaruh demi kepentingan pribadi dan berhubungan langsung dengan pihak berperkara. Lili menunggangi posisinya sebagai pimpinan KPK menekan M. Syahrial untuk penyelesaian kepegawaian adik iparnya Ruri Prihatini Lubis di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kualo Tanjungbalai.

Pelanggaran Berat Cuma Potong Gaji

Mantan penyidik KPK, Novel Baswedan menyayangkan meski Dewas KPK memastikan ada kesalahan. Namun  pelanggaran berat Lili hanya diganjal sanksi ringan.  

"Walaupun dengan sanksi yang ringan. Dewas telah sajikan fakta adanya perbuatan tindak pidana," kata Novel dalam akun Twitter-nya @nazaqistsha dikutip Inilah.com, Selasa (30/8/2021).  

 Menurut Novel Dewas KPK meski menempuh langkah selanjutnya yaitu melaporkan Lili kepada penyidik. Karena Pasal 108 ayat (3) KUHAP berbunyi: Setiap pegawai negeri dalam rangka melaksanakan tugasnya yang mengetahui tentang terjadinya peristiwa yang merupakan tindak pidana wajib segera melaporkan hal itu kepada penyelidik atau penyidik

"Pasal 108 ayat (3) KUHAP, membuat Dewas KPK yang dalam pemeriksaannya menemukan fakta dan bukti adanya tindak pidana yang dilakukan oleh pimpinan KPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 UU KPK wajib melaporkan. Ini pembuktian integritas bagi Dewas," kata Novel. 

Sementara itu, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menilai sanksi pemotongan gaji belum memenuhi unsur keadilan. Seharusnya sanksi pemecatan.

"Putusan Dewas KPK dirasakan belum memenuhi rasa keadilan masyarakat karena semestinya sanksinya adalah Permintaan Mengundurkan Diri, bahasa awamnya: pemecatan," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dikutip dari siaran persnya.

Siapa Lili Pintauli Siregar?

Lili merupakan perempuan satu-satunya dalam pimpinan KPK periode 2019-2023. Dia menjadi wanita kedua menduduki posisi pimpinan KPK. Sebelumnya adalah Basaria Pandjaitan yang menjadi Pimpinan KPK 2015-2019.

Dia adalah seorang advokat. Pernah menjadi Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dua periode mulai dari 2008-2013 dan 2013-2018. Lili lahir di Bangka Belitung, 9 Februari 1966. Dia mengenyam pendidikan hukum pada jenjang S1 dan S2 di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan. 

Kariernya awalnya sebagai Asisten Pembela Umum LBH Medan (1991-1992) dan kemudian bekerja di Kantor advokat Asamta Paranginangin, SH & Associates (1992-1993), sebagai asisten pengacara. Pada tahun 1994, Lili mulai aktif di Pusat Bantuan dan Penyadaran Hukum Indonesia (Pusbakumi) Medan dan memimpin divisi advokasi dan divisi perburuhan. 

Dia dipilih menjabat Direktur Eksekutif Puskabumi pada 1999-2002. Pernah menjadi anggota Panwaslu Kota Medan periode 2003-2004.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Dipotong 40%, Lili Masih Kantongi Gaji Rp87 juta Perbulan

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dijatuhi sanksi berat berupa pemotongan gaji sebesar 40% se
berita-headline

Viral

Tak Sampaikan Hasil Pemeriksaan Ajudan Lili, KPK Dituding Munafik

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum juga menyampaikan hasil pemeriksaan ajudan Wakil Ketua K
berita-headline

Viral

Dewas Vonis Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Langgar Kode Etik, Ini Hukumannya!

Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Wakil Ketua KPK Lili Pintaul
berita-headline

Viral

Ajudan Lili Pintauli Diperiksa Penyidik KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa ajudan Wakil Komisioner Lili Pintauli Siregar, Oktav