Kamis, 29 September 2022
03 Rabi'ul Awwal 1444

Ngaku Perwira Polisi, ZP Bawa Fortuner Lawan Arus di Puncak

Senin, 28 Mar 2022 - 21:40 WIB
Polisi Mengamankan Seorang Pria Yang Mengaku Sebagai Perwira Polisi
Polisi Mengamankan Seorang Pria Yang Mengaku Sebagai Perwira Polisi

Polres Bogor menangkap seorang pemuda berinisial ZP (28) yang kedapatan melawan arus di jalur Puncak dan mengaku sebagai perwira polisi.

“Diberhentikan petugas. Kami periksa dan pelaku mengaku perwira Polri. Tapi setelah diperiksa ternyata identitasnya palsu,” ungkap Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin, saat konferensi pers di halaman kantornya, Cibinong, Bogor, Senin (28/3/2022).

Saat peristiwa terjadi pada Sabtu (26/3/2022), kepolisian mendapati adanya tiga kendaraan beriringan melaju menuju Puncak dengan menggunakan plat nomor dinas Polri. Tiga kendaraan tersebut yakni Toyota Fortuner, Toyota Rush dan Toyota Kijang Innova.

“Karena mencurigakan, yang bersangkutan mengambil lajur yang berlawanan dengan lajur yang seharusnya ada. Kemudian kami lakukan pemberhentian dan pemeriksaan terhadap rombongan kendaraan tersebut,” jelasnya.

Baca juga
Kapolri Dinilai Tanpa Kompromi Pecat Perwira di Kasus Brigadir J

Saat diperiksa, ZP mengaku sebagai anggota Polri dengan menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA), setelah dilakukan pengecekan ternyata KTA tersebut terbukti palsu.

“Motifnya supaya mereka lancar saja. Hanya itu. Supaya mendahului lajur orang jadi tidak mau antri dilajurnya sendiri. Tiga kendaraan saling kenal, satu rombongan,” tuturnya.

Iman mengatakan saat ini pihak Polres Bogor telah mengamankan 3 unit mobil yang dijadikan barang bukti dengan satu tersangka ZP dan dua orang lainnya yang masih dalam pemeriksaan.

“Mereka mengaku tidak saling kenal. Tapi masih kami dalami. Yang dua itu diduga pengguna narkoba. Mereka tidak saling kenal. Yang pakai plat dinas polisi juga hanya si ZP ini yang mengendarai Fortuner,” kata dia.

Baca juga
Kasus Teror Kepala Anjing, Polisi Periksa Pengacara Habib Bahar

Ia mengatakan, pelaku dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman pidana enam tahun penjara.”Ini sudah mencoreng nama baik kepolisian. Jadi harus ditindak,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar