Sabtu, 25 Maret 2023
03 Ramadhan 1444

Nggak Nyangka, Mobil Tesla ‘Made in China’ Paling Laris di 2022

Selasa, 10 Jan 2023 - 07:30 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Sebuah mobil melewati pabrik Tesla baru yang dibangun di Shanghai. (Foto: Getty Images)
Sebuah mobil melewati pabrik Tesla di Shanghai. (Foto: Getty Images)

Pabrik giga Tesla di Shanghai, China dilaporkan memproduksi lebih dari setengah dari semua mobil Tesla yang terjual tahun lalu di seluruh dunia.

Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) telah melaporkan bahwa pabrik giga Shanghai meluncurkan total 710.865 unit kendaraan listrik pada tahun 2022.

Dengan pembuat mobil mendaftarkan 1.313.851 mobil listrik di seluruh dunia tahun lalu, pabrik giga Shanghai berkontribusi 54,1 persen, dengan memproduksi dua model kendaraan.

Pabrik giga Shanghai memulai produksi kendaraan pada Desember 2019 sebagai pabrik giga ketiga produsen mobil listrik yang berbasis di AS. Pabrik saat ini mempekerjakan 2.000 orang dan memiliki reputasi untuk membangun kualitas yang lebih baik.

Baca juga
Harga dan Spesifikasi Cybertruck Tesla Motors 2023

Saat ini, pabrik giga Shanghai memproduksi dua model yaitu Tesla Model 3 dan Model Y, yang merupakan dua mobil terpopuler dari perusahaan otomotif tersebut.

Mobil Tesla Model 3 dan Model Y yang dibangun di Giga Shanghai tidak hanya dijual di pasar domestik China tetapi juga diekspor ke pasar global lainnya seperti negara Asia dan Eropa.

Setelah pembukaan di Shanghai, Tesla membuka dua pabrik giga lainnya pada tahun 2022, yakni di Berlin dan Texas. Kedua fasilitas manufaktur ini saat ini sedang dalam tahap awal.

Namun, kedua pabrik dilaporkan meningkatkan hasil manufaktur mereka secara bertahap, seperti pabrik giga Berlin yang kini membangun 3.000 mobil per minggu.

Baca juga
Penyegaran Mobil Sejuta Umat di GIIAS 2021

Sementara itu, Tesla sedang mempertimbangkan rencana untuk membuka lebih banyak fasilitas produksi di seluruh dunia. Pembuat mobil diperkirakan membuka pabrik giga berikutnya di suatu tempat di Kanada.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan keinginan untuk membuka pabrik produksi baru di Asia Tenggara, demikian seperti disiarkan Hindustan Times, Senin (9/1/2023).

Tinggalkan Komentar