Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Ngopi Sore Bersama Surya Paloh, Anies Bicara Cawapres

Selasa, 22 Nov 2022 - 18:49 WIB
1668157276100 - inilah.com
Bacapres Partai NasDem Anies Baswedan (kanan) bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (11/11/2022). (Foto: Inilah.com/ Safarian Shah)

Kedatangan Anies Baswedan ke NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta, Selasa (22/11/2022), untuk minum kopi bersama Ketum NasDem Surya Paloh berlangsung rileks. Anies mengaku kedatangannya membicarakan banyak hal, termasuk soal cawapres, yang disebut-sebut menjadi salah satu tema pembahasan untuk memastikan terbangunnya gabungan NasDem, Demokrat dan PKS dalam Koalisi Perubahan menghadapi Pemilu 2024.

Kendati demikian, Anies menegaskan, pertemuan tersebut tidak membahas nama-nama bakal cawapres secara spesifik. “Kita bahas semuanya, tetapi enggak membahas kayak bahas si A, si B, si C. Kita rileks,” kata Anies.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, mengakui banyak hal yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung santai itu. Dirinya bersama Waketum Partai NasDem Ahmad Ali ikut mendampingi Surya Paloh ngopi sore bersama Anies.

Baca juga
RK Masuk Golkar, Partai Beringin 'Pede' Menang Mutlak di Jabar

Dia menepis jika pertemuan tersebut fokus membahas pemilu. Ketika disinggung apakah cawapres untuk Anies sudah mengerucut, Willy menyebutkan hal itu masih berproses. “Belum. Cawapres itu bisa bulan depan, bisa dua bulan lagi, bisa tiga bulan lagi. Mungkin juga bulan depan,” kata dia.

Menurut Willy, penjajakan membangun Koalisi Perubahan masih berlanjut dan kemungkinan menunggu Demokrat dan PKS deklarasi capresnya masing-masing. Willy tidak menerangkan lebih lanjut apakah kedua parpol harus mendeklarasikan Anies sebagai capres terlebih dulu untuk mempercepat proses pembentukan koalisi.

“Jadi prosesnya tidak langsung bersama tapi masing-masing partai akan deklarasikan (capresnya) secara sendiri-sendiri,” sambungnya.

Baca juga
Jakarta Masuk 50 Besar Kota Terbaik Tangani COVID-19 di Dunia

Ia juga menyinggung bahwa koalisi yang terbentuk antara tiga partai bukan semacam kawin paksa, sehingga membutuhkan mitra yang seimbang. “Jadi kalau dipaksakan kan tentu kita tidak ingin (koalisi) ini patah (atau terpecah). Yang penting alon-alon asal kelakon,” lanjutnya.

Dikatakan, secara prinsip hubungan ketiga partai berjalan baik dan memusatkan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai simbol perubahan. “Prinsipnya apa? Yang menjadi episentrumnya adalah Mas Anies sendiri sebagai simbol perubahan. Tentu kami juga membangun komunikasi dengan banyak partai selain Demokrat dan PKS, yang sejauh ini sudah cukup intens dan cukup lama,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar