Nirina Zubir Merasa Dijebak, Ini Penjelasan dari Televisi Swasta

Nirina Zubir Korban Mafia Tanah - inilah.com
istimewa

Nirina Zubir merasa dijebak oleh sebuah televisi swasta saat menjadi nara sumber untuk menceritakan tentang pengalaman pribadinya soal keluarganya yang kini sedang menghadapi masalah terkait mafia tanah.

Nirina Zubir menceritakan kekecewaannya karena pada awalnya dia tahu akan dipertemukan dan berdiskusi oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna membahas masalah mafia tanah. Namun, pada kenyataannya, dia justru dipertemukan dengan kuasa hukum mantan Asisten Rumah Tangga (ART) yang tidak pernah dia kenal sebelumnya.

Semua kekecewaan tersebut dia unggah di instagram story miliknya @nirinazubir_. Berdasarkan hal tersebut, salah satu televisi swasta langsung mengklarifikasi kejadian tersebut pada instagram resmi @tvonews, dikutip Jumat, (19/11/2021). Terdapat tiga poin penting yang disampaikan. Berikut adalah rinciannya.

Baca juga  Tiga Terapi untuk Pengobatan Retinoblastoma

“Sama sekali tvOne tidak bermaksud menjebak, seperti disampaikan Mbak Nirina dengan menghadirkan pengacara tersangka Riri. Semata mata, kehadiran pengacara tersangka tersebut untuk memenuhi kaidah pemberitaan yang seimbang dan menghormati asas praduga tak bersalah,” isi poin pertama.

“Sama sekali tvOne tidak bermaksud dengan sengaja, tidak menginformasikan kehadiran pengacara tersangka. Kami memperoleh narasumber tersebut untuk memenuhi kaidah keberimbangan pun di menit terakhir menjelang on air. Sejak awal dialog seluruh narasumber sudah diperkenalkan presenter. Saat itu, Mbak Nirina juga bersedia berdialog dengan pengacara tersebut. Saat jeda komersial pun tidak ada masalah. Persoalan muncul ketika di segmen berikutnya presenter memberi waktu ke kuasa hukum tersangka,” selanjutnya isi poin kedua.

Baca juga  Reaksi Nirina Zubir Usai Tahu Dua Buronan Mafia Tanah Akhirnya Tertangkap

“Dalam konteks isi dialog, tvOne sepakat dan berpihak pada pemberantasan Mafia Tanah. Oleh karena itulah, kami menghadirkan nara sumber yang kompeten lainnya, seperti Staf Khusus Kementerian BPN, Dirkrimsus Polda Metro Jaya dan Pengamat Pidana. Dari narasumber tersebut, disimpulkan semuanya setuju Mafia Tanah harus diperangi,” isi poin ketiga.

Tinggalkan Komentar