Nyalakan Api Tandai Dibukanya PON XX Papua, Ini Sosok Boaz Solossa

Nyalakan Api Tandai Dibukanya PON XX Papua, Ini Sosok Boaz Solossa  - inilah.com
(foto: PB PON XX PAPUA/Robertus Pudyanto)

Pesepak bola nasional asal Bumi Cenderawasih, Boaz Solossa, menjadi sosok penyala api pesta olahraga terbesar Tanah Air, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

Pesta pembukaan yang berlangsung spektakuler tersebut digelar di stadion terbesar di tanah Papua, Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (2/10/2021) malam.

Prosesi penyalaan api PON dimulai dari turunnya Presiden Joko Widodo ke tengah lapangan, kemudian bermain sepak bola dan melakukan passing (mengumpan bola) dengan empat orang.

Berikutnya, datang berlari Boaz Solossa membawa obor api, lalu berhenti sejenak sembari mengambil sikap berjongkok sembari salah satu kaki berada di depan.

Presiden Jokowi kemudian memukul Tifa, alat musik tradisional Papua, kemudian kembali menuju tribun kehormatan.

Baca juga  Jabar Juara PON XX, Ridwan Kamil: Ini Penantian 70 Tahun

Boaz kemudian berdiri dan menghadap ke tribun kehormatan sembari tangan kanan membawa obor api dan melambaikan tangan kiri ke arah penonton.

Selanjutnya, Boaz berlari-lari kecil menuju kaldron serta menyulut api PON dan diikuti pertunjukan spektakuler kembang api dari atap Stadion Lukas Enembe.

Bernama lengkap Boaz Theofilius Erwin Solossa, lahir pada 16 Maret 1986 di Sorong, Papua. Legenda Persipura Jayapura ini ditakuti lawan karena kemampuan olah bola mumpuni saat di depan gawang lawan. Tak hanya mahir mencetak gol, Boaz juga dikenal punya kemampuan umpan akurat bagi kawan sesama striker.

Kakak kandung Boaz juga pesepak bola terkenal, Ortizan Solossa. Keduanya bahu membahu mengharumkan nama Indonesia di pentas sepak bola internasional.

Baca juga  Menkes: Ada 83 Kasus COVID-19 Teridentifikasi di PON XX Papua

Boaz mengawali kariernya di klub amatir PS Putra Yohan, Sorong pada 1999. Hanya semusim di klub tersebut, ia kemudian bergabung dengan klub Perseru Serui pada tahun 2000-2001.

Karir mentereng sebagai pesepakbola handal berawal saat anak ajaib, begitu ia dijuluki, tampil bersama tim PON Papua saat masih berusia 15 tahun. Penampilannya memukau sehingga meski berusia sangat muda namun Persipura tak mau berlama-lama untuk merekrutnya, dan menjadikannya pemain termuda di klub tersebut.