Nyambung Bandara Kediri, PUPR Jajakan Tol Kediri-Tulungagung Rp10 Triliun

Demi Bandara Kediri, PUPR Jajakan Tol Kediri-Tulungagung Rp10 Triliun

Kementerian PUPR menawarkan proyek tol Kediri-Tulungagung senilai Rp10,49 triliun. Jalan tol ini terhubung dengan Bandara Kediri.

Proyek tol ini, ditawarkan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). “Dalam market sounding kali ini akan disampaikan proyek KPBU Jalan Tol Kediri-Tulungagung sepanjang 44,51 km dengan nilai investasi Rp10,49 triliun,” ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna, dikutip dari Antara, Senin (20/12/2021).

Ia menambahkan, proyek jalan tol Kediri-Tulungagung ditawarkan dengan masa konsesi 50 tahun. Dengan skema pengembalian user charge. “Direncanakan Proyek Tol Kediri-Tulungagung akan memasuki tahap pelelangan pada kuartal III 2022,” kata Herry.

Baca juga  Mandiri Investment Forum Bakal Hadirkan Ribuan Investor dengan Dana Jumbo US$4 Triliun

Proyek jalan tol Kediri-Tulungagung ini, merupakan proyek KPBU bersifat unsolicited yang diprakarsai PT Gudang Garam Tbk. Proyek ini merupakan kelanjutan tol Kertosono-Kediri yang bertujuan untuk mendukung pembangunan dan pengembangan Bandara Kediri, yang digarap Gudang Garam.

Herry menuturkan, kehadiran jalan tol Kediri-Tulungagung, diharapkan bisa mempermudah akses menuju kawasan Jawa Timur bagian selatan. Di mana, proyek ditawarkan sebagai perwujudan komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur di Indonesia, guna mewujudkan konektivitas antar wilayah.

Herry berharap, proyek ini, memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Yakni, menurunkan biaya operasional kendaraan (BOK) dan nilai waktu, serta mengurangi waktu tempuh menuju Bandara Kediri. “Selain itu terkait manfaat tidak langsung dari proyek jalan tol tersebut juga adalah peningkatan pendapatan atas produksi wilayah setempat, dikarenakan kelancaran mobilitas hasil produksi serta meningkatnya nilai lahan sejalan dengan terbangunnya kawasan di sekitar jalan tol tersebut,” tandas Herry.

Baca juga  INDEF: Jangan Senang Dulu, Komitmen Investasi UEA US$44,6 Miliar Bisa Meleset

Sedangkan pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri (Bandara Kediri), Jawa Timur, terus dikebut. Bandara itu ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2023. Bandara yang berlokasi di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, dibangun PT Surya Dhoho Investama. Yang merupakan anak usaha PT Gudang Garam Tbk, melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

 

Tinggalkan Komentar