Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Ocehan Novel Soal Firli Tidak Akurat

Senin, 04 Jul 2022 - 16:47 WIB
Novel Baswedan - inilah.com
Novel Baswedan

KPK menanggapi ocehan Novel Baswedan yang mengaku diminta Ketua KPK Firli Bahuri untuk tidak menyerangnya karena menangkap Edhy Prabowo selaku Menteri KKP serta dilanjutkan dengan penangkapan Juliari Batubara selaku Menteri Sosial. Novel dianggap menyampaikan informasi keliru.

Pelaksana tugas (Plt) Jubir KPK Ali Fikri menilai informasi yang menurut Novel disampaikan dalam persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, terkait gugatan pelaksanaan TWK, tidak akurat. Novel mengaku ditegur Firli pada pada 25 November 2020 namun faktanya, pada saat itu Ketua KPK sedang berada di Kalimantan Utara (Kaltara).

“Kami sudah jelaskan bila OTT perkara di KKP itu tanggal 25 November 2020 dan Ketua KPK saat itu sedang dinas ke Kaltara. Silakan teman-teman media bisa cek saja pemberitaan soal acara di Kaltara dimaksud.” kata Ali Fikri, di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Baca juga
Resmi jadi ASN Polri, Novel Ungkap Keinginan Bisa Kembali ke KPK

Novel selaku Kasatgas OTT Edhy Prabowo mengaku melakukan penangkapan pada 24 November 2020. Sehari sesudahnya digelar ekspose yang turut dihadiri Firli. Selepas ekspose Firli menemui Novel di toilet dan bicara, “jangan nyerang-nyeranglah,” serta mengajaknya bicara di ruang kerja.

Novel mengaku pula menolak ajakan Firli. Malahan dua pekan sesudahnya tim penyidik menangkap Juliari terkait perkara bansos, “Nah kasus-kasus itu, Firli merasa terserang. Itu terjadi pada November akhir hingga Desember. Di bulan Januari 2021 Firli kemudian menyelundupkan norma soal TWK,” lanjut Novel, yang tetap bertahan pada pendapatnya.

Ali Fikri menuturkan, KPK memiliki dokumen berita acara ekspose kasus ekspor benur yang menjerat Edhy. Ekspose dilaksanakan pada 25 November 2020, sore hari.”Ketua KPK tidak hadir dalam ekspose dimaksud karena sedang dinas ke Kaltara,” ungkap Ali.

Baca juga
KPK Ungkap Lahan SMKN 7 Tangsel Bermasalah Saat Dibeli

Ali menjelaskan saat itu Firli sedang melaksanakan kunjungan kerja ke Badan Penanaman Modal Daerah dan Perizinan Terpadu (BPMDPT) Provinsi Kaltara. Dalam pertemuan tersebut, Firli ditemui langsung Plt Kepala DPMPTSP Provinsi Kaltara Faisal Syabaruddin untuk melakukan pemantauan pelayanan publik terkait perizinan maupun nonperizinan.

Sedangkan pada malam harinya, KPK menggelar konferensi pers terkait kasus suap ekspor benur tersebut di Gedung Juang KPK, Jakarta, yang dihadiri Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dan Deputi Penindakan KPK Karyoto.

KPK meminta agar para pihak, termasuk mereka yang terdepak karena gagal lolos TWK tidak membangun opini yang kontraproduktif. “Pekerjaan pemberantasan korupsi masih panjang sehingga kami berharap agar tidak ada lagi pihak-pihak yang sengaja membangun opini yang justru kontraproduktif dengan upaya-upaya pemberantasan korupsi yang sedang kita lakukan bersama-sama ini,” tegasnya.

Baca juga
Ade Yasin Merasa Tidak Bersalah, KPK: Nanti Kita Buktikan

 

Tinggalkan Komentar