Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 2,2 Persen di 2023

Rabu, 23 Nov 2022 - 09:45 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi Global Jadi Tumbuh 2,2 Persen di 2023 - inilah.com
Pandangan luar markas besar Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) di Paris, 3 September 2009. (Foto: Dok. Antara/Reuters/Charles Platiau)

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global diproyeksikan turun dari 3,1 persen tahun ini menjadi 2,2 persen pada 2023. Proyeksi itu tertuang dalam dalam laporan Prospek Ekonomi (EO) terbaru Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi alias OECD pada Selasa (22/11/2022).

Organisasi itu menyebut, angka tahun 2022 sekitar setengah dari kecepatan yang tercatat pada tahun 2021 selama pemulihan dari pandemi. Begitu juga dengan tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk tahun 2023. Angkanya jauh di bawah perkiraan sebelum pecahnya konflik Rusia-Ukraina.

“Asia akan menjadi mesin utama pertumbuhan pada 2023 dan 2024, sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan akan mengalami pertumbuhan yang sangat rendah,” demikian bunyi laporan tersebut.

Baca juga
Formula 1 Batalkan Grand Prix Rusia Musim Ini

Pasar negara berkembang utama di Asia diproyeksikan oleh OECD untuk mencapai hampir tiga perempat dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global pada tahun 2023. Sementara ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa diperkirakan akan melambat.

“Tertahan oleh harga energi dan makanan yang tinggi, kepercayaan yang lemah, berlanjutnya kemacetan pasokan dan dampak awal dari kebijakan moneter yang lebih ketat, pertumbuhan tahunan di kawasan euro pada 2023 diproyeksikan menjadi 0,5 persen,” tulis organisasi itu.

Perekonomian Amerika Serikat hanya akan tumbuh sebesar 0,5 persen pada tahun 2023, dibandingkan dengan 1,8 persen pada tahun 2022.

Baca juga
Volodymyr Zelenskyy: Perundingan Damai Ukraina-Rusia Sudah Lebih Realistis

Pasar energi tetap berada di antara risiko penurunan yang signifikan.

“Eropa telah menempuh perjalanan panjang untuk mengisi kembali cadangan gas alamnya dan mengekang permintaan, tetapi musim dingin ini di Belahan Bumi Utara pasti akan menantang,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa harga gas yang lebih tinggi atau gangguan pasokan gas langsung akan menyebabkan pertumbuhan yang jauh lebih lemah dan inflasi lebih tinggi di Eropa dan dunia pada tahun 2023 dan 2024.

Mempercepat investasi dalam adopsi dan pengembangan sumber-sumber energi bersih akan sangat penting untuk mendiversifikasi pasokan energi dan memastikan keamanan energi, OECD menekankan.

Tinggalkan Komentar