OJK Nilai Pinjol Masih Dibutuhkan, Setengah Jumlah Penduduk Dewasa Suka Ngutang Online

OJK Nilai Pinjol Masih Dibutuhkan, Setengah Jumlah Penduduk Dewasa Suka Ngutang Online - inilah.com
Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam Lumban Tobing (foto istimewa)

Meski kasus pinjaman online (pinjol) masih terus terjadi, namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui bahwa masyarakat masih membutuhkan pinjol. Bahkan setengah dari jumlah penduduk dewasa di Indonesia dapat dikatakan lebih memilih ngutang online.

“Dari fakta yang ada, memang pinjol ini dibutuhkan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan dana,” ujar Tongam Lumban Tobing, Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK kepada Inilah.com, Kamis (21/10/2021).

Dari 107 perusahaan pinjol yang terdaftar di OJK telah memberikan pinjaman kepada 66,7 juta peminjam dengan total pinjaman mencapai Rp236 triliun. “Outstanding saat ini sekitar Rp26 triliun,” jelasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 mencatat jumlah penduduk Indonesia berusia antara 20-50 tahun sebanyak 127.045.999 jiwa. Jika OJK mencatat 107 perusahaan pinjol meminjamkan kepada 66,7 juta orang, artinya setengah dari jumlah penduduk dewasa Indonesia lebih suka transaksi pinjol.

Baca juga  Kantor LBH Yogya Diserang Molotov, Dugaan Terkait Kasus

Selain untuk mencukupi kebutuhan, menurutnya dana yang diperoleh dari pinjol untuk masyarakat pada umumnya adalah untuk pengembangan UMKM. Sehingga masyarakat yang membutuhkan dana namun tidak bisa mendapatkan dari perbankan, pinjol menjadi salah satu alternatif pilihan terakhir.

Namun permasalahan saat ini banyak dari masyarakat yang terjebak dengan pinjol ilegal atau perusahaan teknologi finansial yang tidak resmi dan tidak terdaftar di OJK. “Pinjol ilegal ini sangat merugikan masyarakat. Mereka mudah peminjamannya tapi sangat menjebak dengan bunga tinggi,” terangnya.

Meski terus menjadi permasalahan bahkan menjadi perhatian Presiden RI, namun Tongam tidak menegaskan apakah izin perusahaan pinjol sebaiknya dihentikan atau diteruskan. Karena selama ini yang menimbulkan keresahan adalah masyarakat yang terjerat pinjol ilegal.

Baca juga  Menghindari Polisi, Seorang Bandar Sabu Rela Nyemplung ke Sungai

Untuk mencegah keresahan di masyarakat itu, pihaknya juga terus melakukan pemberantasan pinjol ilegal. Sepanjang 2021 ini, OJK telah memberikan tindakan tegas terhadap 3.856 perusahaan pinjol ilegal berupa penutupan.

Tak hanya menindak, OJK juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai baik dan buruknya pinjol. Untuk mengetahui apakah perusahaan pinjol itu legal atau ilegal, dapat diketahui dari daftar perusahaan pinjol di situs resmi OJK yakni www.ojk.go.id.

Tinggalkan Komentar