OJK: Pinjol Jangan Dibuat Gali Lubang Tutup Lubang

OJK: Pinjol Jangan Dibuat Gali Lubang Tutup Lubang - inilah.com
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing (foto istimewa)

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L. Tobing mengimbau kepada masyarakat agar tidak terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal.

Hal yang utama adalah, tidak melakukan pinjaman yang kedua jika pinjaman pertama gagal. “Jangan berusaha untuk membayar pinjaman dengan pinjaman baru. Pinjol jangan dibuat gali lubang tutup lubang. Kalau sudah gagal di pinjaman pertama, jangan coba-coba pinjam lagi untuk yang kedua,” ujarnya kepada Inilah.com, Rabu (12/10/2021).

Dirinya mengklaim telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai baik dan buruknya pinjol. Ini untuk menghindari kejahatan pinjol yang terus terjadi.

Terlebih lagi sampai ada yang nekat bunuh diri lantaran tak sanggup membayar tingginya bunga pinjaman. “Yang menjadi masalah adalah masyarakat kita terjebak dengan pinjol ilegal. Pinjol ilegal ini sangat merugikan masyarakat,” katanya.

Baca juga  Semringah Jenderal Andika Ditetapkan Menjadi Panglima TNI

ia menjelaskan, untuk mengetahui apakah perusahaan pinjol itu legal atau ilegal dapat diketahui dari daftar perusahaan pinjol di situs resmi OJK yakni www.ojk.go.id. Jika tidak terdaftar di OJK, maka sudah dipastikan perusahaan pinjol tersebut ilegal.

Namun bagaimana jika sudah terlanjur terjerat di perusahaan pinjol dan kesulitan untuk membayar, terlebih lagi jika pinjol ilegal?

Tongam memberikan tips cerdas di antaranya meminta restrukturisasi seperti pengurangan bunga, penghilangan denda atau perpanjangan waktu. Cara tersebut dimungkinkan bisa memiliki keleluasaan untuk membayar.

Selanjutnya, jika sudah mendapatkan teror dan intimidasi, sudah sebaiknya masyarakat melapor ke polisi. agar segera dilakukan proses hukum.

Baca juga  Koperasi Bos Pinjol Asal China yang Teror IRT hingga Bunuh Diri Ternyata Fiktif

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan untuk memberantas seluruh perusahaan pinjol yang tidak resmi atau ilegal. Instruksi itu disampaikan kepada jajarannya sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Berdasarkan data yang tercatat sepanjang 2021 ini, sebanyak 3.856 perusahaan pinjol ilegal sudah ditindak tegas oleh OJK. Sedangkan perusahaan pinjol yang resmi dan terdaftar di OJK sebanyak 106 perusahaan.

Tinggalkan Komentar