Jumat, 12 Agustus 2022
14 Muharram 1444

Oknum Polisi Suami Istri Janji Kembalikan Uang Korupsi Rp3 Miliar

Senin, 04 Jul 2022 - 22:00 WIB
Oknum Polisi Suami Istri Janji Kembalikan Uang Korupsi Rp3 Miliar
Oknum Polisi Suami Istri di Blora Korupsi Rp3 miliar

Pasangan suami istri anggota Polres Blora Bripka Etana Fani Jatnika dan Briptu Eka Maryani, berjanji mengembalikan uang korupsi yang dilakukan keduanya.

Bripka Etana dan Briptu Eka adalah terdakwa korupsi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada tahun 2021 senilai Rp3,049 miliar. Keduanya telah mengembalikan sebesar Rp1,3 miliar.

“Kami masih memproses untuk mengembalikan kerugian negara,” kata Bripka Etana saat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/7/2022).

Uang yang diinvestasikan tersebut, kata dia, jika bisa diproses nilainya setara dengan Rp4 miliar.

Upaya serupa juga disampaikan Briptu Eka Maryani yang diharapkan bisa mengurangi tuntutan yang nantinya diajukan jaksa.

Baca juga
Foto: KPK Tahan Heri Sukamto Kasus Korupsi Proyek Mandala Krida

“Kalau mau mengembalikan ya nanti sebelum tuntutan. Nanti jaksa akan mempertimbangkan pengurangan uang pengganti kerugian negara,” kata Hakim Ketua Rochmad.

Sebelumnya, pasangan suami istri anggota Polres Blora Bripka Etana Fani Jatnika dan Briptu Eka Maryani didakwa korupsi uang setoran PNBP di Satuan Lalu Lintas Polres Blora dengan kerugian negara sebesar Rp3,049 miliar.

Dugaan tindak pidana korupsi tersebut yang terjadi pada tahun 2021 tersebut terungkap saat dilakukan pengecekan tutup buku akhir tahun pada bulan Januari 2022.

Dugaan korupsi yang dilakukan Briptu Eka Maryani saat menjabat sebagai bendahara penerimaan di Polres Blora itu bermula ketika adanya ketidaksesuaian antara billing setoran PNBP dengan dana yang ada dalam rekening penampungan.

Baca juga
Anak Komut Bank Jatim Dikeroyok di Holywings Yogja, Salah Satu Pelaku Oknum Polisi

Dari penelusuran, ternyata uang yang seharusnya disetorkan ke kas negara itu digunakan untuk kepentingan pribadi kedua terdakwa.

Terdakwa Etana Fani Jatnika memasukkan uang yang merupakan dana PNBP tersebut ke akun Paypal miliknya dalam beberapa tahap dengan besaran yang bervariasi.

Uang yang dimasukkan dalam akun Paypal tersebut akan diendapkan dan diharapkan akan memperoleh bonus.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah, kerugian negara atas penyalahgunaan dana PNBP tersebut mencapai Rp3,049 miliar.

Tinggalkan Komentar