Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Olahraga Kardio Dapat Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker

Olahraga Kardio - inilah.com
unsplash

Perjalanan melawan kanker memiliki kemungkinan besar membuat pasien menjadi lebih lemah dan lebih mudah lelah, serta efek samping pengobatan yang membuat kegiatan fisik menjadi lebih sulit. Karena itu, olahraga kardio sangat penting untuk dilakukan guna meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.

“Peningkatan olahraga kardio bagi pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan radiasi bisa menjadi faktor dalam peningkatan kualitas hidup. Olahraga kardio bekerja melibatkan dua sistem yang berjalan bersama satu sama lain pada pasien kanker, yaitu jantung dan sistem peredaran darah serta sistem pernapasan,” papar Dra. Tri Iswardani, M.Si, Psikolog, Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Jakarta (Himpsi Jaya), Jakarta, Rabu, (23/02/2022).

Global Burden of Cancer Study memaparkan bahwa kasus dan kematian karena kanker di Indonesia meningkat hingga 8.8 persen, dengan kanker paru, kanker payudara dan kanker serviks sebagai tiga jenis kanker yang paling umum diderita oleh pasien. Angka tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun, baik dari angka kasus baru maupun kematian akibat kanker.

Baca juga
Bisnis UMKM Alami Stagnan? Ini Jawaban dan Solusinya

Di tengah momen Hari Kanker Sedunia, Denada Tambunan, penyanyi sekaligus Brand Ambassador Zumba® di Indonesia ingin menyadarkan masyarakat bahwa olahraga kardio dapat menjadi salah satu senjata rahasia melawan penyakit kanker.

“Mereka yang telah didiagnosis menderita kanker mungkin akan merasa sulit untuk berolahraga, hal itu memang wajar. Tetapi, kita perlu sadar dan memahami bahwa olahraga secara teratur dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental dan emosi Anda,” jelas Denada Tambunan.

Sara Mansfield, M.S., cancer exercise trainer bersertifikat di Mayo Clinic Healthy Living Program, mengatakan aktivitas fisik dapat membantu orang sebelum, selama, dan setelah perawatan kanker.

“Keluarga maupun orang terdekat mungkin mendesak seseorang dengan diagnosis kanker untuk beristirahat. Tetapi, itu dapat menyebabkan penurunan fungsional,” papar Sara.

Bagaimana pun, dibutuhkan sejumlah aktivitas fisik untuk memelihara masa otot tanpa lemak dan memberikan rasa nyaman dan bahagia secara emosional. Kegiatan dan latihan fisik seperti zumba bukan hanya dapat membantu pasien untuk melawan gejala-gejala yang timbul, namun juga dapat memperbaiki kesejahteraan emosional pasien dan mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan yang lain, seperti misalnya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes dan osteoporosis.

Baca juga
Kemenkes Ungkap Kronologi Ashanty Tertular COVID-19 Usai Liburan

Menurut Sara Mansfield, M.S., pedoman aktivitas fisik untuk penderita kanker serupa dengan yang direkomendasikan untuk semua orang 150 menit aktivitas intensitas sedang atau 75 menit aktivitas intensitas tinggi setiap minggunya. Namun, setiap pasien diharuskan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menanganinya.

Evelyn Liem, seorang penyintas kanker payudara dan pecinta Zumba mengungkapkan pengalamannya saat menjalani kemoterapi.

“Menjalani kemoterapi atau terapi radiasi memiliki cukup banyak efek samping bagi pasien. Tetapi berdasarkan pengalaman ku, dengan membuat perubahan sederhana dan adaptasi, tingkat kelelahan maupun efek samping dari kemoterapi dapat berkurang secara signifikan,” papar Evelyn.

Baca juga
Australia dan Selandia Baru Kirim Pesawat Pantau Dampak Erupsi Tonga

Dengan berlatih zumba, masih menurut Evelyn, memberi harapan dan kekuatan untuk terus menjalani hidup karena aku merasakan bahagia setiap selesai mengikuti kelas.

“Gerakan menari dalam zumba serta musik yang digunakan mampu membuat aku terus bersemangat. Selain itu, mengikuti kelas zumba bersama teman-teman membantu meningkatkan aura positif yang memang diperlukan dalam perjuangan melawan kanker,” tambah Evelyn.

Hal ini serupa dengan yang dijabarkan oleh Dra. Tri Iswardani, M.Si, Psikolog, dengan melibatkan antara gerak dan lagu yang menyenangkan, dapat meningkatkan suasana hati dan mempererat hubungan sosial bila dilakukan bersama-sama.

“Selain itu, zumba juga dapat menjaga pikiran tetap tajam, meningkatkan harga diri (self-esteem), meningkatkan keterampilan sosial, mengurangi kesepian, meringankan depresi, menurunkan kecemasan dan meningkatkan daya ingat,” paparnya.

Tinggalkan Komentar