Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Greenpeace: Oligarki Sawit, 10 Kelompok Besar Kuasai 29 Persen Lahan di Indonesia

Rabu, 08 Jun 2022 - 23:40 WIB
Oligarki Sawit, 10 Kelompok Besar Kuasai 29 Persen Kebun di Indonesia

Persepsi bahwa oligarki menguasai sektor perkelapa-sawitan di Tanah Air, sulit ditepis. Saat ini, ada 10 kelompok besar yang menguasai 29 persen dari total kebun sawit di Indonesia. .

Team Leader Forest Campaigner Greenpeace, Arie Rompas menyebutkan, 29 persen dari total luasan kebun sawit di Indonesia itu setara dengan 16 juta hektare. Hal ini membuktikan betapa kuatnya cenkeraman oligarki di bisnis sawit Indonesia.

Selanjutnya Arie di Jakarta, Rabu (8/6/2022), menyampaikan 10 kelompok besar penguasa sektor sawit. Posisi pertama, dikuasai BUMN, melalui PT Perkebunan Nusantara (Persero/PTPN). Perkebunan pelat merah ini, menguasai land bank 1.131.285, hektare.

Baca juga
Erick Thohir Blak-blakan, Utang PTPN Rp43 Triliun Korupsi Terselubung

Selanjutnya PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART), PT Gama Plantation Tbk, PT Wilmar Nabati Indonesia, Jardine Matheson Holdings Ltd., Salim/Indofood Agri Resources Ltd., Fangiono Family/First Resources Ltd., Sime Darby Bhd, PT Genting Plantations Nusantara dan Royal Golden Eagle (RGE).

“Sinarmas, Gama, Wilmar, Jardine Matheson, dan Salim adalah sepuluh kelompok bank tanah yang dikuasai di indonesia,” ungkap Arie.

Arie menegaskan, dari kelompok hang sama yang selalu menonjol dari sisi hilir bahkan dominan di tingkat hilir. Beberapa perusahan sawit raksasa inilah yang berhasil menguasai semua sektor, terutama dari perkebunan, pabrik, kilang, hingga ekspor. “Di perkebunan dikuasai oleh kelompok tersebut dan di pabrik, kilang serta ekspor juga dikuasai,” ujar Arie.

Baca juga
Jokowi Pidato COP 26 Deforestasi Menurun, Greenpeace Ungkap Sebaliknya

Masih kata Arie, ada tiga perusahaan yang memiliki lebih dari setengah kapasitas kilang dan mendominasi ekspor minyak sawit di Indonesia. Perusahaan tersebut adalah Wilmar, Sinarmas, dan Musim Mas. “Ternyata lebih dari tiga perempat kapasitas kilang dan perdagangan ekspor dikuasai oleh 10 kelompok utama yang beroperasi di dalam negeri,” kata Arie. [ikh]

 

Tinggalkan Komentar