Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Omicron Meledak di AS, Pameran Terbesar Game E3 2022 Terancam “Gulung Tikar”

Jumat, 07 Jan 2022 - 19:17 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
E3 Video Games - inilah.com
Foto: Cnet

Pameran video game internasional Electronic Entertainment Expo (E3) tidak akan digelar secara langsung tahun ini, namun penyelenggara telah menyiapkan gelaran secara daring (online).

“Karena risiko kesehatan seputar COVID-19 dan potensi dampak terhadap keamanan eksibitor dan pengunjung, E3 tidak akan berada secara langsung pada 2022,” kata operator E3, Entertainment Software Association (ESA), dalam keterangan tertulis, menukil dari Reuters, Jumat.

Pameran video game ini rencananya berlangsung pada Juni tahun ini. Semula, E3 akan berlangsung di Los Angeles Convention Center, California, Amerika Serikat.

Laman The Verge dan VentureBeat memperkirakan acara E3 2022 akan berlangsung secara online, seperti tahun lalu.

Game E3 2020 sempat batal karena pandemi virus corona.

Baca juga
Foto: Pemprov DKI Jadikan Graha Wisata TMII Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Penyelenggara E3 tidak merinci rencana baru mereka untuk acara tahun ini, hanya mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Meskipun begitu bersemangat tentang masa depan E3 dan berharap untuk segera mengumumkan lebih banyak detail.”

Tetapi dengan pameran tatap muka terancam batal untuk tahun ketiga berturut-turut, ESA selaku penyelenggara sekali lagi  harus kehilangan sumber utama pendapatannya hingga terancam menuju kebangkrutan.

Peningkatan kasus baru COVID-19 akibat varian Omicron di Amerika Serikat menyebabkan sejumlah acara menerapkan pembatasan,  hingga batal.

Pameran elektronik CES 2022 akan selesai lebih awal, sementara Grammy Awards akan ditunda. Sundance Film Festival membatalkan acara pertemuan langsung dan menggantinya dengan program virtual.

Baca juga
Jajal Keseruan 'Bridge In Gain', Game Metaverse yang Libatkan UMKM

Rata-rata kasus COVID-19 per minggu di Amerika Serikat berjumlah 540.000. Negara tersebut bahkan pernah mengalami lonjakan satu juta kasus dalam 24 jam.

Peningkatan kasus COVID-19 juga menyebabkan kenaikan jumlah rawat inap.

 

 

Tinggalkan Komentar