Rabu, 10 Agustus 2022
12 Muharram 1444

Omicron Melonjak, COVID-19 di Amerika Tembus 1 Juta Kasus per Hari

Selasa, 11 Jan 2022 - 17:50 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Omicron As - inilah.com
ist

Amerika Serikat melaporkan 1,13 juta kasus baru COVID-19 pada Senin (10/1/2022)

Jumlah itu merupakan total kasus harian COVID-19 tertinggi di dunia saat penyebaran varian Omicron asal Afrika Selatan.

Rekor sebelumnya adalah 1,03 juta kasus harian COVID pada 3 Januari. Sejumlah besar laporan kasus baru masuk setiap Senin (10/1) karena banyak negara bagian tidak melaporkan kasus selama akhir pekan.

Rata-rata jumlah kasus baru yang tercatat per tujuh hari meningkat tiga kali lipat dalam dua pekan. Jumlahnya menjadi lebih dari 700.000 kasus infeksi baru sehari.

Tidak semua negara bagian AS telah melaporkan jumlah kasus COVID hariannya pada Senin (10/1) dan angka akhir kemungkinan akan lebih tinggi.

Baca juga
China dan Peluang Timnas Basket Indonesia Raih Tiket Piala Dunia 2023

Rekor jumlah kasus baru itu terjadi pada hari yang sama saat jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit di AS juga mencapai angka tertinggi sepanjang masa, yakni naik dua kali lipat dalam tiga minggu, menurut hitungan Reuters.

Rumah Sakit Penuh

Saat ini ada lebih dari 135.500 pasien COVID dirawat di rumah sakit di AS. Angka itu melampaui rekor 132.051 yang dicatat pada Januari 2021.

Walaupun varian Omicron tidak menimbulkan gejala yang parah, para petugas kesehatan telah memperingatkan bahwa banyaknya kasus infeksi dapat membebani sistem rumah sakit.

Beberapa rumah sakit di AS telah menangguhkan sejumlah prosedur pilihan karena sedang berjuang untuk menangani peningkatan jumlah pasien dan kekurangan staf.

Baca juga
Kasat Intel Polres Jakpus Kena Bogem Mahasiswa Papua hingga Masuk Rumah Sakit

Lonjakan Kasus Menganggu Aktivitas

Lonjakan kasus COVID-19 di AS telah mengganggu kegiatan sekolah, yang berjuang dengan ketidakhadiran staf, guru, dan pengemudi bus.

Chicago membatalkan pembukaan kelas untuk hari keempat karena pemerintah distrik dan guru-guru gagal menyepakati cara untuk menangani peningkatan kasus infeksi.

Kota New York menangguhkan layanan di tiga jalur kereta bawah tanahnya karena sejumlah besar pekerja sakit, menurut akun Twitter layanan kereta bawah tanah New York.

Rencana perusahaan untuk para pekerja kembali bekerja ke kantor juga telah meleset.

Jumlah rata-rata korban jiwa akibat COVID-19 menjadi 1.700 per hari, yakni naik dari sekitar 1.400 dalam beberapa hari terakhir.

Vaksin COVID-19 yang secara khusus didesain ulang untuk menargetkan varian Omicron kemungkinan diperlukan, kata CEO Pfizer Inc pada Senin.

Baca juga
Ini Penyebab Kematian COVID-19 pada Balita

CEO Pfizer menambahkan bahwa perusahaannya akan memiliki satu vaksin yang siap diluncurkan pada Maret 2022.

Tinggalkan Komentar