Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Omicron Meningkat, Produsen Gas Mulai Antisipasi Kebutuhan Oksigen

Omicron Meningkat, Produsen Gas Mulai Antisipasi Kebutuhan Oksigen

Emiten produsen gas industri PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) mulai optimalkan layanannya memenuhi kebutuhanoksigen medis bagi rumah sakit rujukan COVID -19 seiring dengan makin meluasnya varian Omicron.

“Berkaca pada pengalaman saat gelombang kedua kasus COVID-19 kemarin, kami mampu memproduksi 2.500 tabung per hari dengan catatan tabung tersedia,” ujar Direktur Operasional SBMA Iwan Sanyoto, Sabtu (19/2/2022).

Iwan mengakui bahwa setiap kenaikan kasus COVID-19, permintaan oksigen medis di rumah sakit juga turut meningkat.

Peningkatan permintaan oksigen medis juga terjadi di Kalimantan. Beberapa rumah sakit yang meningkatkan pesanannya berasal dari wilayah di Tanjung, Balikpapan, Samarinda, Bontang, Berau, Nunukan dan Tarakan.

Baca juga
COVID-19 Singapura Melonjak hingga 85 Ribu Kasus

Rumah sakit yang ada di wilayah tersebut sempat terjadi krisis oksigen medis terutama saat varian Delta meningkat sangat drastis pada Juli hingga Agustus 2021 lalu.

“Kalau untuk saat ini permintaan oksigen medical relatif masih normal namun kenaikannya terasa di hub kami yang di Bontang terutama untuk suplai ke RSPP Sangatta juga di Balikpapan,” kata Iwan.

Iwan berharap jumlah kasus COVID-19 di berbagai wilayah di Indonesia dapat segera turun kembali sehingga aktivitas industri dan bisnis secara nasional dapat kembali pulih. Pihaknya pun menjamin kebutuhan oksigen medis khususnya untuk di Pulau Kalimantan dapat terpenuhi.

Baca juga
2 Oknum Anggota TNI yang Bantu Rachel Vennya Kabur dari Karantina Sudah Dinonaktifkan

“Kami juga tetap siaga menghadapi varian Omicron. Belum lama ini kami diundang oleh pemerintah Kota Balikpapan bersama kepolisian daerah Kalimantan Timur untuk membahas ketersediaan oksigen medis. Kami menjamin ketersediaan stok aman,” ujar Iwan.

Demi mencukupi kebutuhan oksigen medis dan juga gas industri yang terus meningkat, SBMA berencana membangun pabrik baru dengan nilai belanja modal sekitar Rp30 miliar. Dengan melakukan peningkatan kapasitas produksi diharapkan produksi perseroan termasuk produk oksigen medis bisa meningkat dari semula 2 juta liter per tahun menjadi 10 juta liter per tahun.

SBMA juga siap memenuhi kebutuhan oksigen medis dari masyarakat dengan cara melayani isi ulang pada tabung oksigen yang dimiliki oleh masing-masing individu.

Baca juga
Penerima Vaksin COVID-19 Dosis Lengkap di Indonesia Capai 124,08 Juta Jiwa

“Jadi kami sistemnya seperti pengisian BBM di pom bensin. Pelanggan bawa tabung lalu ditunggu sebentar. Kami isi lalu dikembalikan ke pelanggan,” tutup Iwan.

Tinggalkan Komentar