Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

OmniVR dan Kunci Games Kenalkan Brand Kolaborasi Virtual DigiKagi

Nico Alysus Dan Gemilang Nugrahadi Selaku Pencetus Digikagi - inilah.com
Nico Alysus dan Gemilang Nugrahadi Selaku Pencetus Digikagi (Foto Inilah.com)

Hadapi tantangan perubahan dan akselerasi dunia digital dampak pandemi, duo brand digital OmniVR dan Kunci Games berkolaborasi menghasilkan agensi baru yang dinamakan DigiKagi.

Promotor Virtual Human Division sekaligus salah satu pencetus dari DigiKagi, Gemilang Nugrahadi membenarkan jika tantangan perubahan dunia industri digital dimasa pandemi jadi salah satu sebab munculnya kerja sama antara kedua brand.

“Kita semua tahu, beberapa tahun belakangan, pandemi memaksa kita semua merubah apa yang kita tau, terutama di dunia entertainment,” jelas Gemilang dalam konferensi pers peluncuran DigiKagi di Jakarta, Kamis (24/3/22)

“Jadi dua brand (OmniVR dan Kunci Games), berkolaborasi demi menggagas sebuah brand yang siap menghadapi tantangan baru. DigiKagi dibuat untuk bisa memfasilitasi dan mengakselerasi perkembangan itu (dunia entertainment),” sambungnya.

Baca juga
New Peugeot 3008 SUV Punya Warna Baru Amazonite Grey

DigiKagi sendiri adalah sebuah digital agensi yang berfokus pada perkembangan dan pembinaan Virtual Human.

Virtual Human merupakan istilah yang digunakan oleh beberapa penggiat teknologi metaverse untuk menggambarkan figur digital yang diperankan oleh seseorang untuk dapat tampil di sebuah platform.

Pengorbitan talenta virtual praktis jadi fokus utama dari DigiKagi. Untuk itu, brand agensi digital tersebut membuka audisi untuk influencer digital baru yang akan mendapat pembinaan menjadi virtual human generasi pertama.

Baik Model, Streamer, Youtuber hingga pemain platform lainnya dapat mengikuti program audisi yang dicanangkan DigiKagi.

CEO dari OmniVR, Nico Alysus menyebut, hadirnya influencer virtual nantinya untuk membantu promosi game buatan dalam negeri.

Baca juga
Mengenal Fenomena Virtual Influencer, Si Konten Kreator Tak Berwujud Nyata

“Salah satu isu yang menjadi penyebab kurangnya antusiasme terhadap game lokal adalah kurang masifnya promosi dan interaksi sosial untuk mengangkat soal game buatan dalam negeri,” ujar Nico.

“Ini adalah PR yang sedang kami coba kerjakan dan menjadi misi kami dalam mengangkat industri game lokal,” tutupnya.

Untuk diketahui, virtual human nantinya tak hanya dituntut menjadi konten kreator di beberapa platform. Namun juga diharapkan mampu menembus industri konten lain seperti virtual world atau metaverse.

Tinggalkan Komentar