https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   03 July 2021 - 19:19 wib

Facebook Gandeng Ubisoft Kembangkan Cloud Gaming

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Menlo Park - Facebook berkolaborasi dengan Ubisfot Entertainment SA mengembangkan platform cloud gaming di jejaring sosial tersebut.

Facebook memiliki platform game berbasis komputasi awan bernama Facebook Gaming, saat ini diisi 25 game antara lain Roller Coaster Tycoon Touch dari Atari, Lego Legacy Heroes Unboxed dan Dragon Mania Legends dari Gameloft.

Melalui kerja sama ini, Facebook Gaming akan diisi game dari Ubisoft termasuk di antaranya Assasin's Creed, Hungry Shark Evolution, dan Hungry Dragon.

Game streaming di Facebook Gaming saat ini sudah menjangkau lebih dari 98 persen pengguna di AS, menurut Facebook.

Platform ini juga sudah diluncurkan di Kanada dan Meksiko, sementara Eropa Barat dan Tengah akan mendapatnya pada awal tahun depan.

Diluncurkan pada Oktober tahun lalu, Facebook Gaming adalah fitur bermain game gratis di jejaring sosial tanpa perlu diunduh.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Perubahan Konfigurasi Router Jadi Penyebab Layanan WhatsApp Tumbang

Facebook memaparkan penyebab gangguan layanan, termasuk WhatsApp dan Instagram, yang berdampak ke
berita-headline

Inersia

Ubisoft Gratiskan Game Far Cry 3 Secara Terbatas, Buruan Diklaim!

Pengembang distribusi game Ubisoft Store mengumumkan menggratiskan salah satu game besutannya Far
berita-headline

Inersia

Facebook Luncurkan Kacamata Pintar, Harga Rp4,3 Juta

Facebook meluncurkan kacamata pintar pertama mereka yang memungkinkan penggunanya mendengarkan mu
berita-headline

Inersia

Tuai Kritik, Facebook Tunda Pengerjaan Instagram Kids

Facebook menunda pengerjaan Instagram Kids, aplikasi baru khusus anak-anak setelah menuai banyak
berita-headline

Inersia

Kronologi Tumbangnya Layanan Facebook, WhatsApp, dan Instagram

Layanan Facebook, WhatsApp, dan Instagram sudah kembali normal setelah sempat tumbang selama berj