Kamis, 06 Oktober 2022
10 Rabi'ul Awwal 1444

PA 212 Sebut Yaqut Selalu Gagal Paham dengan Agamanya Sendiri

Kamis, 24 Feb 2022 - 15:25 WIB
Penulis : Anton Hartono
Novel Bamukmin
Plt Wakil Ketua Umum Persatuan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin

Plt Wakil Ketua Umum Persatuan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menilai Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qouman telah gagal paham dengan agamanya sendiri.

Hal itu disampaikannya saat menanggapi pernyataan kontroversi Menag Yaqut terkait suara azan yang dibandingkan dengan gonggongan anjing yang kini menjadi gaduh di masyarakat.

“Kalau tidak bikin gaduh bukan Yaqut namanya, yang selalu gagal paham dengan agamanya sendiri,” kata Novel kepada Inilah.com, Kamis (24/2/2022).

Menurutnya, apa yang diucapkan oleh Yaqut jauh lebih parah dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sempat ditahan atas kasus penistaan agama. Begitu juga dengan kasus Sukmawati Soekarnoputri yang dahulu sempat membandingkan azan dengan kidung.

Baca juga
Kemenag Imbau untuk Waspada Modus Penipuan Bantuan Pesantren

“Dugaan penistaan agama yang dilakukan Yaqut lebih parah dari Ahok dan Sukmawati. Yang mana Sukmawati membandingkan azan dengan suara kidung, tapi si Yaqut malah membandingkan dengan suara anjing,” ujarnya.

Pihaknya juga tidak akan tinggal diam, selain mengancam bakal turun ke jalan menuntut Menag Yaqut mundur dari jabatannya, ia juga akan melaporkan mantan Ketua Umum PP GP Ansor tersebut ke polisi.

“Polisi harus dengan segera tangkap Yaqut karena dugaan penghinaan agama yang dilakukan Yaqut adalah delik umum,” tambahnya.

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas atau akrab disapa Gus Yaqut melontarkan pernyataan kontroversi terkait suara azan melalui pengeras suara di masjid atau musala. Kemudian ia mencontohkan suara-suara lain yang mengganggu seperti halnya gonggongan anjing.

Baca juga
UMKM Mesti Tahu, Pemerintah Wajibkan Sertifikasi Halal untuk Kosmetik dan Obat-abatan

“Kalau kita hidup dalam satu kompleks, misalnya. Kiri, kanan, depan belakang pelihara anjing semua. Misalnya menggonggong dalam waktu bersamaan, kita ini terganggu nggak? Artinya apa? Suara-suara ini, apa pun suara itu, harus kita atur supaya tidak jadi gangguan. Speaker di musala-masjid silakan dipakai, tetapi tolong diatur agar tidak ada terganggu,” kata Yaqut.

Tinggalkan Komentar