Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Pacu Pertumbuhan Pasar Modal, BEI Bidik Transaksi Harian Rp13,5 Triliun di 2022

Pacu Pertumbuhan Pasar Modal, BEI Bidik Transaksi Harian Rp13,5 Triliun di 2022- inilah.com
Foto: Antara

Bursa Efek Indonesia (BEI) siap mendorong pasar modal Indonesia semakin tumbuh positif seiring dengan penguatan ekonomi nasional. Target transaksi harian pun mencapai Rp13,5 triliun.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan hal tersebut. “Beberapa hal yang kami targetkan pada tahun 2022. Di antaranya, pertama, asumsi rata-rata nilai transaksi harian atau RNTH. Target angkanya sebesar Rp13,5 triliun,” kata Laksono dalam keterangan di Jakarta, Senin (14/2/2022).

Laksono melanjutkan, pihaknya juga memproyeksi jumlah pencatatan efek baru sebanyak 68 efek baru. Kemudian, dari sisi investor, Laksono mengharapkan ada jumlah penambahan investor baru sebanyak 30 persen dari 2021.

Baca juga
Siap-siap! BEI Pagi ini Dibuka dengan Pencatatan Debut Saham PT Semacom Integrated Tbk

Di samping itu, lanjut Laksono, sesuai Master Plan 2021-2025, tema pengembangan BEI tahun 2022 adalah “Memperluas Produk dan Partisipan, Meningkatkan Layanan Non-cash Equities”. Sehingga, ada beberapa inovasi BEI yang dampaknya akan nyata terlihat ke pasar.

“Seperti perlindungan Investor yang kontinu, yaitu implementasi Papan Pemantauan Khusus. Ini sebagai lanjutan dari penerapan Daftar Efek dalam Pemantauan Khusus yang sebelumnya telah berlaku sejak Juli 2021. Ini juga sebagaimana tertuang dalam Peraturan Nomor II-S tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dalam Pemantauan Khusus,” ujar Laksono.

Kemudian, lanjut Laksono, pihaknya juga akan melakukan peningkatan pencatatan efek, melalui Enhancement e-Registration dan e-IPO sesuai masukan pelaku pasar dan mempermudah penggunaan sistem tersebut kepada publik, serta peningkatan disclosure, melalui enhancement IDXNet dan XBRL.

Baca juga
Saham Grup Djarum Naiknya Mencurigakan, Kena Semprit BEI

Selain itu, Laksono menyampaikan, bursa mendukung penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social and governance (ESG) pada tahun ini melalui pengembangan perdagangan karbon dan skoring ESG atas perusahaan tercatat di BEI yang bekerjasama dengan sustainalytics.

“Kemudian, peningkatan perdagangan EBUS (Efek Bersifat Utang dan Sukuk) melalui enhancement fitur SPPA (Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif) sesuai masukan Pengguna Jasa SPPA, serta peluncuran produk baru, di antaranya adalah waran terstruktur dan indeks-indeks baru,” kata Laksono.

Tinggalkan Komentar