Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Pahami 5 Tips Investasi Reksadana

Sabtu, 18 Jun 2022 - 21:15 WIB
Investasi Reksa Dana
Istimewa

Salah satu produk investasi yang populer di tengah masyarakat ialah investasi reksadana. Investasi ini mudah dilakukan dan memiliki resiko yang relatif lebih rendah dibandingkan jenis investasi yang lain. Selain itu, investasi reksadana juga menjanjikan return yang lumayan tinggi untuk dapat digunakan sebagai sarana dalam mencapai tujuan keuangan. Hal inilah yang membuat investasi reksadana digemari oleh masyarakat.

Nah, bagi Anda yang baru mulai atau pertama kalinya dalam membeli reksadana, ada baiknya mengetahui tips investasi reksa dana berikut ini dulu agar dapat sukses berinvestasi dan memperoleh keuntungan yang maksimal. Apa saja tipsnya?

1. Memahami Jenis-Jenis Reksadana

Tips yang pertama adalah memahami jenis-jenis reksadana. Memahami mengenai jenis-jenis reksadana merupakan hal yang penting agar Anda tidak salah pilih. Pasalnya, masing-masing jenis reksadana memiliki cara kerja, resiko, jangka waktu, dan return yang berbeda-beda. Berikut 4 jenis reksa dana yang bisa Anda pilih.

●      Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang merupakan jenis reksadana yang memiliki resiko relatif lebih rendah dibanding jenis reksadana lainnya. Reksadana ini sangat cocok untuk yang perdana atau baru memulai dalam membeli reksadana.

Pada jenis reksadana pasar uang, sebagian besar uang yang Anda investasikan akan dialokasikan ke dalam deposito, obligasi, dan Sertifikat Bank Indonesia.

●      Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap merupakan jenis reksadana yang menawarkan pengembalian sedikit lebih tinggi dibanding pasar uang. Pada jenis reksa dana pendapatan tetap, uang yang Anda investasikan sebagian besar akan dialokasikan dalam instrumen obligasi atau investasi lain yang bersifat utang.

Baca juga
Apa Kata Mereka Tentang Investasi?

●      Reksadana Saham

Reksadana saham merupakan jenis reksadana yang menjanjikan pengembalian yang tinggi. Meskipun begitu, resiko dalam reksadana saham juga tergolong tinggi. Bagi Anda yang tertarik dengan dunia saham, bisa memulainya dengan reksadana saham terlebih dahulu.

●      Reksadana Campuran

Reksadana campuran merupakan jenis reksadana yang mengalokasikan dana investasi ke dalam berbagai instrumen investasi mulai dari saham, obligasi hingga pasar uang. Reksadana campuran memiliki potensi pengembalian yang lebih tinggi daripada reksadana pendapatan tetap.

2. Memilih Reksadana yang Sesuai dengan Kebutuhan

Setelah mengenal jenis-jenis reksadana yang tersedia di pasaran, selanjutnya adalah menyesuaikan reksadana dengan kebutuhan dan modal investasi yang Anda miliki.

Agar dapat sukses dalam berinvestasi, penting untuk memiliki pengetahuan terhadap masing-masing instrumen yang tersedia. Sebab, jika Anda memilih tanpa ilmu pengetahuan dan hanya mengikuti keinginan untuk mendapatkan keuntungan besar, hal itu justru akan mengantarkan Anda menuju kegagalan.

Misalnya, jika Anda merupakan tipikal investor yang simple, Anda bisa mencoba investasi reksa dana pendapatan tetap.  Dengan begitu, Anda hanya perlu menyetorkan langsung dana investasi dan mengambilnya sesuai dengan jangka waktu investasi yang Anda tetapkan, bisa 3 bulan atau 1 tahun.

Baca juga
Rahmat Effendi Jadi Tersangka TPPU, Tarik Setoran ASN untuk Investasi

Walaupun dana investasi Anda bisa diambil kapan saja, sebaiknya Anda bersabar untuk tidak mencairkan dana investasi sebelum waktunya. Mengambilnya sebelum waktunya hanya akan membuat keuntungan yang diperoleh menjadi lebih kecil dan dapat berakibat kepada tidak tercapainya tujuan keuangan Anda.

3. Memilih Aplikasi Investasi Terpercaya

Jangan sampai karena tergoda oleh iming-iming pengembalian yang fantastis lalu Anda jadi menginvestasikan uang Anda ke platform investasi yang tidak resmi alias bodong.

Di era di mana melakukan investasi semudah belanja online, banyak platform investasi bodong yang bermunculan dengan menjanjikan pengembalian fantastis dengan modal rendah.

Penting untuk mencari tahu platform penyedia layanan investasi reksadana yang kredibel dan berlisensi. Jadi jangan sembarangan menginvestasikan uang Anda, ya. Jika Anda masih bingung dalam memilih platform mana yang terpercaya untuk beli reksadana, bmoney dari Bukalapak bisa jadi pilihan tepat.

Bmoney merupakan aplikasi investasi terbaik dan terpercaya yang didukung oleh Bukalapak dan Ashmore. Tidak perlu khawatir mengenai keamanan berinvestasi di Bmoney karena aplikasi Bmoney sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Selain itu, bmoney juga menawarkan banyak kelebihan yang membuat cuan jadi gampang. Bahkan, investor bisa mulai berinvestasi mulai dari Rp. 1000 saja.

4. Memahami Strategi yang Tepat

Untuk bisa sukses berinvestasi, Anda perlu memahami strategi yang tepat dan sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Setidaknya, terdapat 4 strategi investasi yang bisa Anda gunakan, yaitu:

Baca juga
HSBC: Indonesia dan Afrika Selatan Saat Ini Paling Diminati Investor

●      Strategi Market Timing

●      Strategi Buy and Hold

●      Strategi Lump Sump

●      Strategi Dollar Cost Averaging

Masing-masing strategi di atas bisa Anda praktikan ke dalam instrumen investasi yang Anda pilih. Tinggal selanjutnya adalah manakah yang paling tepat dengan kondisi keuangan dan preferensi Anda?

Sebagai gambaran, strategi Lump Sum cocok untuk orang dengan penghasilan tidak tetap sehingga begitu mendapatkan uang mereka langsung menginvestasikan uang dalam jumlah besar ke reksa dana.

5. Bersabar Dalam Jangka Waktu yang Ditentukan

Kesabaran adalah kunci sukses berinvestasi. Investor yang gegabah adalah investor yang dekat dengan kerugian. Oleh karena itu, cobalah untuk bersabar dengan tidak mencairkan dana investasi Anda hingga waktunya tiba.

Pahamilah juga bahwa waktu adalah teman terbaik dalam berinvestasi. Semakin Anda mampu bersabar, semakin besar keuntungan yang bisa diperoleh nantinya.

Tinggalkan Komentar