Selasa, 09 Agustus 2022
11 Muharram 1444

Pajak Global Raib Rp3,360 Triliun Karena Ekonomi Digital, Sri Mulyani Bakalan Mumet

Senin, 13 Sep 2021 - 19:46 WIB
Pajak Global Raib Rp3,360 Triliun Karena Ekonomi Digital, Sri Mulyani Bakalan Mumet - inilah.com

Banyak negara mulai kehilangan potensi pajak yang angkanya super jumbo. Kalau ditotal jenderal bisa mencapai Rp3.360 triliun per tahun. Kondisi ini tentunya menjalar ke Indonesia. Di mana, setoran pajak di tanah air jeblok saban tahun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, menjelaskan, hilangnya potensi penerimaan pajak global sebesar Rp3.360 triliun per tahun ini, akibat penggerusan basis pajak atau Base Erosion and Profit Shifting (BEPS).

“Basis pajak semua negara mengalami penggerusan karena begitu dinamisnya kegiatan antarnegara tersebut dengan difasilitasinya ekonomi digital,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Senin (13/9/2021).

Ia menjelaskan, globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan fundamental terhadap sistem perekonomian global dan Indonesia, transaksi lintas negara alias cross border transactions, dan transaksi ekonomi digital yang meningkat sangat dinamis.

Baca juga
Serap Duit Rp2,8 Triliun dari Lelang Sukuk Negara, Utang Makin Tambun

Penelitian pada 2008, menunjukkan, praktik BEPS dilakukan dengan memanfaatkan isu kerahasiaan bank, atau bank secrecy dan isu perbedaan tarif Pajak Penghasilan (PPh), atau race to the bottom, di banyak negara atau yurisdiksi.

“Agenda reformasi perpajakan di Indonesia juga dipengaruhi oleh kondisi dan perubahan dinamika global, terutama munculnya teknologi digital,” tegas Sri Mulyani.

Selain isu BEPS, Bendahara Negara ini, menyebutkan dunia juga dihadapkan pada isu bagaimana membagi hak pemajakan yang adil atas laba usaha perusahaan berbasis digital dan beroperasi di yuridiksi yang bermacam-macam.

Dengan demikian, beragamnya isu tersebut mendorong para pimpinan negara G-20 dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), untuk merumuskan dan menyepakati 15 BEPS Action Plan di tahun 2015.

Baca juga
Sri Mulyani Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Bayar THR dan Gaji Ke-13 di H-10

Tinggalkan Komentar