Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Pakai Racun Arsenik, Begini Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga di Magelang

Rabu, 30 Nov 2022 - 14:42 WIB
Pakai Racun Arsenik, Ini Kronologi Pembunuhan 1 Keluarga di Magelang
Garis Polisi Terpasang di TKP Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal Dunia (Foto:Antara)

Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak perempuan, ditemukan tewas di dalam rumah di desa Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, pada Senin (28/11/2022). Pelaku yang ditangkap tak lama setelah kejadian, tak lain adalah anak bungsu pasangan korban.

Dalam aksinya, pelaku yang berusia berusia 22 tahun itu melakukan pembunuhan pada keluarganya dengan cara memasukan racun arsenik ke dalam minuman teh serta kopi.

Identitas korban pembunuhan tersebut antara lain, Abas Ahar (58) berstatus sebagai ayah, Heri Riyani (54) merupakan ibu, dan Dhea Chairunisa (25) merupakan kakak perempuan dari pelaku.

Kronologi

Pelaku nekat melakukan aksi kejinya karena merasa jengkel kerap tak memperhatikan dan mendesak pelaku untuk mencari kerja.

Baca juga
Balada Kopda M, Ingin Cabut Nyawa Istri Berakhir Bunuh Diri

“Pengakuannya sih karena (tersangka) jengkel tak pernah mendapat perhatian keluarga. Yang baru-baru ini, terus-terusan agar pergi mencari kerja. Merasa tak nyaman, akhirnya tersangka nekat menghabisi orang tua dan kakaknya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Djuhandani Raharjo Puro, Selasa (29/11/2022).

Rasa jengkel tersebut kemudian membuat pelaku ingin menghabisi nyawa keluarganya. Terdorong karena itu, pelaku membeli racun secara online guna melancarkan aksinya.

Dari hasil autopsi, polisi menyebut, racun yang pelaku gunakan untuk menghabisi nyawa keluarganya merupakan racun yang ganas dan mematikan.

“Sadis kok ini, racunnya sangat mematikan. Dari autopsi itu, bagian tenggorokan hingga lambung korban mengalami luka bakar,” kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jawa Tengah Kombes Sumy Hastry.

Baca juga
Muhammadiyah Minta Polri Usut Tuntas Kematian Satu Keluarga di Kalideres

Pelaku mencampurkan racun ke dalam minuman teh serta kopi para korban dengan jumlah sangat banyak. Meski dalam jumlah banyak, kata Hastry, racun tersebut memang tak mengubah warna dan rasa dari teh dan kopi saat tercampur.

“Kalau lihat lukanya, dosisnya (penggunaan racun arsenik tersebut) cukup banyak. Bisa sampai 2-3 sendok teh. Sepertinya, racunnya tak mengubah warna dan rasa dari teh dan kopi itu,” ungkapnya.

Hastry menyampaikan, racun yang masuk golongan arsenik itu pelaku gunakan untuk membunuh korban.”Jenis racunnya zat beracun ya bisa golongan sianida, golongan arsenik, golongan yang lain seperti itu. Kadarnya juga sangat tinggi,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar