Pakar Ingatkan Orang Tua Tidak Berikan Gadget pada Anak Usia di Bawah Dua Tahun

Gadget Anak - inilah.com
istimewa

Fisioterapis di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Mahasin Amaliyah, Amd.OT menjelaskan pentingnya peran orang tua untuk tidak memberikan gadget kepada anak di bawah usia dua tahun. Hal ini sangat berpengaruh kepada perkembangan sensoris setiap anak.

Sementara untuk anak 2 tahun ke atas, orang tua perlu membatasi screen time atau waktu layar mereka dalam sehari maksimal 1 jam dengan pendampingan.

“Menurut Mahasin, banyak perkembangan sensoris yang terabaikan jika anak menonton gawai terus menerus,” kata Mahasin Amaliyah, ditulis di Jakarta, Sabtu, (11/12/2021).

Sebaiknya orang tua meluangkan waktu main dengan anak di rumah minimal 10 menit setiap harinya, tanpa gawai atau distraksi lainnya.

Baca juga  Kerap Salah Diagnosa Bintik Manik Putih Seperti Mata Kucing Dianggap Tidak Berbahaya

“Jangan lupa untuk rajin memantau perkembangan anak, jika dirasa mengalami gangguan segera konsultasi ke klinik tumbuh kembang dan rehabilitasi medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” tambah Mahasin.

Sistem sensoris pusat menjadi pondasi yang mendukung kegiatan pembelajaran anak dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang memiliki sensoris normal dapat menampilkan perilaku normal.

Sementara untuk yang mengalami gangguan sensoris dapat terjadi hipersensitif atau hiposensitif.

Hipersensitif diantaranya perilaku menghindar, kurang nyaman, mudah lelah, atau takut dan bereaksi secara berlebihan terhadap stimulus yang diterima.

Sementara hiposensitif yaitu perilaku sibuk mencari stimulus secara berlebih, tidak bisa diam atau banyak gerak, dan atau kurang berespon terhadap stimulus yang diterima.

Baca juga  Gangguan Bicara pada Anak Bisa Dikenali Sejak Usia 6 Bulan

“Orang tua perlu untuk mengenali profil sensoris anak jika dirasa mengalami gangguan. Untuk penentuan jenis gangguan ini tidak bisa hanya ditebak-tebak, sebaiknya dikonsultasikan ke ahlinya. Okupasi terapis RSUI memiliki instrumen tersendiri untuk menilai aktivitas sensoris anak,” papar Mahasin.

Tinggalkan Komentar