Senin, 26 September 2022
30 Safar 1444

Pakar Minta Klarifikasi PLN Soal Kompor Listrik Lebih Murah daripada LPG

Rabu, 21 Sep 2022 - 09:49 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Gas Elpiji, Harga Naik, Gas Elpiji Non Subsidi, inilah.com
Pedagang gas elpiji eceran menyiapkan gas di tokonya di kawasan, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (6/1/2022). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Pemerintah gencar melakukan sosialisasi migrasi kompor LPG ke kompor listrik. Pertimbangannya adalah kalau LPG tidak disubsidi, biaya pemakaian energi kompor listrik lebih murah daripada kompor LPG. Namun, pakar membantahnya.

“Menurut perhitungan PLN (Perusahaan Listrik Negara) 1 kilogram LPG sama dengan 7 kWh listrik. Konversi ini tidak benar!” kata Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) di Jakarta, Selasa (20/9/2022) malam.

PLN membandingkan biaya kompor listrik yang lebih murah daripada gas di level Rp10.250 versus Rp13.500 untuk 7 jam pemakaian. “Apakah pernyataan PLN ini benar?” ucap Anthony mempertanyakan.

Menurut flogas.co.uk, sambung Anthony, 1 liter LPG sama dengan 7 kWh, dan 1 kilogram LPG sama dengan 14 kWh. Sebab, 1 kilogram LPG sama dengan 1,969 liter.

Baca juga
Bohong Besar Subsidi BBM Rp502 Triliun, Ini Kata Ekonom Senior

“Sehingga, biaya 7 jam pemakaian LPG lebih murah dari listrik. Angkanya Rp6.750 dibandingkan Rp10.250. Mohon PLN klarifikasi,” ucapnya.

Dengan harga LPG non-subsidi saat ini sekitar Rp19.000 per kilogram, kata Anthony, biaya pemakaian 7 jam kompor LPG juga masih lebih murah dari kompor listrik. “Angkanya di Rp9.500 versus Rp10.250,” timpal Anthony.

Sebelumnya, dalam keterangan tertulis PLN dijelaskan harga keekonomian LPG sebelum disubsidi APBN adalah Rp13.500 per kilogram. Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG subsidi dibanderol Rp7.000 per kilogram. Artinya, pemerintah mengeluarkan anggaran Rp6.500 untuk subsidi per kilogram LPG.

“Jadi seakan-akan LPG ini lebih murah dari kompor listrik. Padahal ini membebani APBN. Ada komponen subsidi dari APBN sekitar Rp6.500,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Sabtu (19/2/2022).

Baca juga
Sri Mulyani Pede Asumsi Inflasi 2-4 Persen di 2023 Cukup Realistis

PLN pun menghitung perbandingan berbasis kalori, 1 kg LPG setara dengan 7 kWh listrik. Harga keekonomian 1 kg LPG yaitu Rp13.500. Angka ini jelas lebih mahal daripada 7 kWh listrik yang biayanya sekitar Rp10.250. Artinya harga keekonomian menggunakan LPG lebih mahal Rp3.250 per kg dibandingkan dengan pemanfaatan listrik.

Hingga satu setengah tahun ke depan, PLN mempunyai cadangan daya hingga 7 gigawatt (GW). PLN memastikan pasokan listrik di seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi cukup.

Tinggalkan Komentar