Pakar: Soal COVID-19 jadi Endemi Tidak Perlu Booster Vaksin

booster vaksin
istimewa

Pandemi COVID-19 masih menjadi persoalan yang harus di hadapi seluruh dunia. Pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci, mengatakan bahwa krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19 dapat menurun menjadi endemi tahun depan, jika pemerintah meningkatkan tingkat vaksinasi. Vaksin booster (penguat) COVID-19 dianggap menjadi sarana penting untuk mencapai ke titik tersebut.

Melihal hal tersebut, Prof. Tjandra Yoga Aditama selaku guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan, untuk sebuah situasi menjadi endemi adalah ketika kasus terinveksi sudah sedikit dan penularannya tidak tinggi.

“Itu kan bisa berhubungan dengan vaksin bisa juga tidak berhubungan dengan vaksin,” ujar mantan direktur WHO Asia Tenggara saat dihubungi INILAHCOM, Jakarta, Kamis, (18/11/2021).

Baca juga  Tiga Solusi Panduan Hidrasi Saat Berolahraga

Menurutnya, saat ini vaksin COVID-19 usianya belum ada satu tahun yang masuk ke dalam tubuh manusia. Hasil penelitian yang sudah ada saat ini, antibody akan muncul ketika menerima vaksin COVID-19 terlebih lebih dari sekali suntik.

Namun, dia menekankan tambahan suntikan (booster) vaksin bukan menjadi masalah penting dalam hal ini.

“(Endemi akan terjadi) iya ketika sebagian besar orang sudah tervaksinasi. Kalau bicara secara ekstrim, kalau semua orang sudah tervaksinasi, penularan sudah tidak ada, kalau mau pakai booster atau tidak, ya sudah akan jadi endemi,” tegasnya.

Agar tetap bisa beraktifitas dan berdampingan dengan COVID-19, penting bagi masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) saat menjalankan berbagai kegiatan agar perekonomian tetap berjalan lancar.

Baca juga  Isu Menteri Berbisnis PCR, Stafsus BUMN Beri Penjelasan Begini

“Tiga hal yang terpenting adalah pembatasan sosial, peningkatan cakupan vaksinasi, dan penulusuran,” tambahnya.

Perlu diketahui, cakupan vaksin yang sudah ada di Indonesia, menurut data dari covid-19.go.id, per 17 November 2021, terdapat 132.006.377 untuk capaian dosis pertama, kemudian untuk vaksinasi dosis kedua terdapat 86.279.716 orang yang sudah tervaksinasi.

Tinggalkan Komentar