Senin, 05 Juni 2023
15 Dzul Qa'dah 1444

Pakar UGM Apresiasi Motor Listrik RI Tembus Pasar Luar Negeri

Selasa, 21 Feb 2023 - 19:36 WIB
Motor Listrik, Alessa - inilah.com
SPG memperagakan cara mengganti baterai motor listrik buatan lokal merk Alessa di Gelaran Indocomtech 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/6/2022). Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Pelan tapi pasti, mimpi Presiden Jokowi membangun ekosistem kendaraan listrik, mulai terwujud. Sudah ada motor listrik buatan anak negeri yang menembus pasar luar negeri.

Pengamat ekonomi energi dari UGM, Fahmy Radhi mengapresiasi lahirnya motor listrik buatan Indonesia bernama Qylo. Kendaraan ramah lingkungan ini, merupakan kolaborasi dari BUMN, swasta dan kampus.

“V Stork Indonesia bekerja sama dengan PT Wika Industri Manufaktur, PT Pos Indonesia, PT Nalendra Halilintar Samudera, dan Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, mampu memproduksi dan memasarkan Qilo, sepeda motor listrik. Ini layak diapresiasi,” tuturnya, Jakarta, Selasa (21/2/2023).

Baca juga
INFOGRAFIS: Pertemuan ASEAN Economic Ministers’ Retreat Ke-29

Fahmy mengatakan, Qylo merupakan kendaraan listrik produksi Indonesia. Pabriknya berada di Yogyarta dan Tanah Laut Kalimantan Selatan. “Selain buatan Indonesia, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) motor Qylo sudah mencapai 85 persen. Hanya komponen baterai yang impor,” tuturnya.

Yang lebih menggembirakan, kata Fahmy, motor listrik Qylo tidak hanya dipasarkan di dalam negeri. Namun sudah menembus pasar Singapura dan Filipina.

“Diharapkan, tidak hanya V STORK saja yang mampu memproduksi kendaran listrik Indonesia. Namun akan hadir perusahaan nasional lainnya yang memproduksi dan memasarkan kendaraan listrik buatan Indonesia,” ungkapnya.

Ke depan, dia berharap. Indonesia bisa menjadi kiblat bagi industri kendaraan listrik dunia. jangan hanya menjadi pasar atau ‘obyek penderita’ saja.

Baca juga
Jelang Nyepi, Warga Bali Siap-Siap Tak Bisa Tarik Uang di ATM

“Untuk mewujudkannya, perlu dukungan dari banyak pihak. Mulai pemerintah, pengusaha dan perguruan tinggi, yang secara terintegrasi mengembangkan kendaraan listrik secara inovatif berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Komentar