Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Pakar Ungkap Hal Baru COVID-19, Varian Omicron Ada Dua Jenis

Sabtu, 11 Des 2021 - 10:28 WIB
Omicron - inilah.com
istimewa

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Tjandra Yoga Aditama menjelaskan terdapat hal baru yang perlu diketahui tentang perkembangan COVID-19. Salah satunya adalah varian baru COVID-19, Omicron terdapat dua jenis.

“Disebutkan ada penelitian dari University of London College, Prof Francois Balloux yang menyebutkan bahwa ada dua jenis Omicron, yaitu BA.1 dan BA.2 yang keduanya sangat berbeda, yang tentu perlu dikaji lebih lanjut,” kata Tjandra Yoga kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu, (11/12/2021).

Kemudian, dia menjelaskan tentang deteksi virus melalu metode PCR. Australia melaporkan menemukan semacam sub-varian baru dari Omicron, yang dilaporkan tidak memiliki SGTF (S gene target failure).

Baca juga
Airlangga Hadiri Haul Buntet Pesantren, Banggakan Keberhasilan Indonesia Tangani Pandemi COVID-19

“Pada Omicron yang (biasa) ada SGTF sehingga pada PCR maka gen S nya tidak terdeteksi (negative), dan hal ini kemudian jadi semacam petanda awal atau skrining pertama untuk kemungkinan Omicron dan lalu dilanjutkan dengan sekuens genomik. Dengan tidak adanya SGTF maka hasil PCR akan sama saja dengan varian lainnya, sehingga Deteksi tidak adanya gen S tidak dapat digunakan lagi, juga demikian halnya kalau sub-varian baru ini sudah masuk Indonesia nantinya,” papar mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu.

Selain itu, terdapat pula perkembangan baru tentang vaksinasi COVID-19. Tjandra Yoga menjelaskan berdasarkan data Landscape COVID-19 Vaccine WHO tanggal 7 Desember menyebutkan bahwa sekarang sudah ada 136 kandidat vaksin di dunia yang sudah masuk fase uji klinik dan ada 194 kandidat vaksin yang masuk uji pre klinik.

Baca juga
Paus Fransiskus Kecam Keras Kesalahan Informasi Vaksin COVID-19

“Data 7 Desember juga menunjukkan bahwa ada enam penelitian cara pemberian vaksin, 3 dengan disuntikkan (intra muskular – ke dalam otot, sub kutan – ke bawah kulit, dan intra dermal – ke dalam kulit) serta 3 cara lain adalah tanpa suntikan, yaitu aerosol, inhalasi dan intra nasal – ke dalam hidung,” paparnya.

Tinggalkan Komentar