Minggu, 25 September 2022
29 Safar 1444

Pakar Ungkap Situasi Pandemi Transisi Menjadi Endemi

Jumat, 11 Mar 2022 - 20:10 WIB
Pandemi Covid-19
(foto; Inilah.com)

Belakangan ramai pembicaraan tentang situasi pandemi dan endemi di tengah masyarakat. Menurut Prof. Tjandra Yoga Aditama ada tiga hal yang bisa disimak dari hal tersebut:

Pertama, pengertian Pandemi

Pandemi artinya adalah semua, atau setidaknya banyak. Jadi pandemi COVID-19 artinya ada epidemi di banyak sekali negara di dunia.

Karena menyangkut situasi di banyak negara maka yang menyatakan pandemi adalah badan dunia (dalam hal ini WHO), tidak mungkin satu dua atau beberapa negara saja.

“Contohnya, Pandemi COVID-19 dinyatakan oleh DirJen WHO Dr Tedros pada 11 Maret 2020. Sebelum ini, Pandemi H1N1-2009 yang dinyatakan bermula pada 11 Juni 2009 juga oleh DirJen WHO ketika itu, Dr Margaret Chan,” kata Tjandra Yoga kepada inilah.com, Jakarta, Jumat, (11/03/2022).

Baca juga
Cakupan Vaksinasi COVID-19 Capai 400,5 Juta

Kedua, seperti juga memulai maka pernyataan pandemi selesai juga akan dinyatakan oleh Dirjen WHO

Contohnya, pada 10 Agustus 2010 Dirjen WHO Margaret Chan menyatakan dunia sudah memasuki masa pasca pandemi H1N1-2009, dan istilah yang digunakan ketika itu untuk menyatakan pandemi selesai adalah dunia memasuki periode pasca pandemi atau post pandemic period, bukan mengatakan dunia sudah endemi.

“Nanti kalau pandemi COVID-19 sudah usai maka akan ada lagi pernyataan resmi dari Dirjen WHO sesuai keadaan dunia ketika itu, yang kita belum tahu kapan akan terjadi, dan kita belum tahu istilah apa yang akan digunakan nanti, apakah: [1] pandemi COVID-19 sudah selesai, atau [2] COVID-19 sudah menjadi endemi, atau mungkin juga [3] dunia memasuki periode pasca pandemi COVID-19,” paparnya.

Baca juga
Wabah COVID-19 di Makau Tembus 900 Kasus

Ketiga, sebelum pandemi maka Dirjen WHO akan menyatakan bahwa suatu penyakit ada dalam status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) yang dahulu diterjemahkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMD).

Ada tiga hal juga tentang PHEIC ini. Kesatu, PHEIC memang tertera dalam International Health Regulation (IHR) yang dipatuhi seluruh anggota WHO, dan keputusannya berdasar kajian Emergency Committee.

“Kedua, saya pernah menjadi Emergency Committee untuk penyakit MERS CoV pada 2013-2015, dan kami waktu itu menyatakan MERS CoV belum memenuhi kriteria untuk dianggap sebagai PHEIC,” paparnya.

Lalu yang ketiga dari PHEIC, Emergency Committee yang dibentuk pada Januari 2020 menyampaikan bahwa penyakit yang waktu itu masih bernama 2019-nCOV (COVID-19) sebagai PHEIC, dan ini secara resmi menjadi pernyataan DirJen WHO pada 30 Januari 2020.

Baca juga
4 Langkah Atasi Hepatitis Akut Misterius yang Belum Diketahui Sebabnya

Hal keempat dari PHEIC ini adalah beberapa pertimbangan untuk dinyatakan sebagai PHEIC adalah antara lain suatu penyakit baru, atau setidaknya mikro organisme penyebabnya adalah varian baru, lalu kasus sudah dilaporkan di dua region WHO atau lebih dan penyakitnya cukup berat dan memberi dampak pada kesehatan manusia.

Tinggalkan Komentar