Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Palestina Inginkan Kebebasan Beribadah di Al Quds Secara Utuh

Palestina Al Quds
Penasihat Presiden Palestina untuk masalah agama Mahmoud Al Habbash dalam diskusi virtual dengan PBNU, Minggu (27/3/2022) (tangkapan layar)

Pemerintah Palestina menginginkan kebebasan beribadah di Al Quds secara utuh, tak hanya untuk Muslim, tetapi juga untuk seluruh umat manusia.

“Kami ingin Al Quds terbuka untuk seluruh umat manusia, untuk datang dan berziarah. Untuk Muslim dapat melaksanakan ibadah salat di Masjidil Aqsa, untuk agama Kristen dapat beribadah di gereja-gereja yang ada di sana dan bahkan untuk Yahudi saat melaksanakan ibadah di tempat masing-masing di Palestina,” kata Penasihat Presiden Palestina untuk masalah agama, Mahmoud Al Habbash, dalam diskusi virtual dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Minggu (27/3/2022).

Al Habbash, yang juga menjabat sebagai Hakim Agung Palestina, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menghapus kebebasan beribadah bagi siapa pun, tetapi menginginkan kedaulatan bagi negeri Palestina dan menjamin beribadah untuk seluruh umat beragama di Palestina.

Baca juga
Menkes Sebut Lima Provinsi Tunjukkan Tren Penurunan Omicron

“Kami ingin Al Quds dapat menjadi bagian negara Palestina,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Al Quds mendapatkan penyerangan secara terus-menerus oleh Israel yang berupaya mengeluarkan warga Palestina di Jerusalem.

Sebagaimana yang terjadi di Syeikh Jarrah, lanjut dia, tentara Israel mengusir warga Palestina yang ada di sana dan di waktu yang sama mengizinkan warga Israel masuk ke Al Quds.

Israel memberlakukan pembagian waktu, yakni dari pukul 07.00 hingga jelang Dzuhur waktu setempat, warga Israel diizinkan masuk ke Masjidil Aqsa dan melarang warga Palestina untuk masuk masjid suci itu.

“Kami sampaikan terjadinya penyebaran kebencian baik itu di antara warga Palestina maupun warga Israel. Kami inginkan kebebasan Al Quds secara utuh,” kata Al Habbash.

Baca juga
NIK Jokowi Tidak Bisa Diubah

Dia mengatakan, bahkan sejak lebih dari 50 tahun yang lalu, Israel telah menduduki Palestina dan menghalangi warga Palestina dan umat Muslim secara keseluruhan untuk beribadah secara bebas di Masjidil Aqsa.

Untuk itu, Al Habbash menekankan bahwa permasalahan yang ada di Palestina adalah permasalahan seluruh umat Islam di dunia, bukan hanya permasalahan warga Palestina baik yang ada di dalam maupun di luar negara itu.

Dia menambahkan, terutama menjelang Bulan Suci Ramadan, saat di mana umat Muslim memperbanyak ibadah dan ziarah di tempat-tempat suci, salah satunya di Al Quds.

“Kami melalui PBNU mengharapkan untuk menyebarkan risalah kepada umat Islam secara keseluruhan untuk dapat mengunjungi Al Quds secara khusus, untuk dapat memperkuat warga Palestina yang ada di sana karena merupakan hak kami beribadah secara bebas. Hak seluruh umat Islam secara bebas,” kata Al Habbash.

Tinggalkan Komentar