Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Palsukan Surat DMI, JK Marah Besar ke Komisaris BSI Arief Rosyid

Arief Rosyid dipecat DMI Komisaris BSI - inilah.com
Komisaris Independen BSI Arief Rosyid dipecat DMI - ist

Ketua Departemen Ekonomi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Arief Rosyid ketahuan memalsukan tanda tangan Ketua Umum DMI Jusuf Kalla (JK) dan Sekjen Imam Addaruqutni.

Ketahuan memalsukan surat DMI, JK langsung memanggil Arief Rosyid. Sekjen DMI Imam Addaruqutni menceritakan, usai ramai pemberitaan pemecatan, Arief meminta bertemu dirinya.

Imam pun melaporkan hal tersebut kepada JK. Mendapati laporan itu, JK memanggil Imam dan Rosyid.

“Tadi malam itu, karena beritanya memang ramai soal mecat memecat di media dan saya masih di kantor DMI. Arief minta temu saya dan saya lapor Pak JK. Kemudian saya dipanggil terus Arief boleh ikut,” kata Imam kepada inilah.com, Sabtu (2/4/2022).

Baca juga
Pria di Bantul Ini Suka Cium-cium Bra Tetangganya hingga Akhirnya Tertangkap

Setibanya di kediaman JK, Imam masuk lebih dulu. Bersama pengurus DMI lainnya diputuskan Arief dipecat. Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI) itu diduga telah memperalat DMI untuk kepentingan pribadi.

“Arief diduga sedang memperalat DMI dalam beberapa hal,” ujar Imam.

Usai rapat bersama sejumlah pengurus DMI, Arief kemudian diminta masuk ke dalam rumah JK.

“Kemudian Pak JK minta Arief dikasih masuk. Di dalam Arief dimarahi habis dan ngga satu kata pun Arief berani berkata. Intinya Arief ngga bisa lagi dan harus diganti,” tandas Imam.

Arief Rosyid terbukti memalsukan tanda tangan Ketum dan Sekjen DMI dalam sebuah surat terkait agenda Undangan Kickoff Festival Ramadan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Baca juga
Jokowi Hari Ini Mengaspal di Sirkuit Mandalika

Surat bernomor 060.III/SUP/PP-DMI/A/III/2022, berisi undangan kepada Wapres untuk menghadiri Festival Ramadan serentak di seluruh Indonesia. Kegiatannya, berupa Pameran UMKM, Kuliner Halal, Buka Puasa Bersama, dan Berbagai Kegiatan selama sebulan penuh Ramadan.

Dalam surat tersebut disebutkan, bahwa Festival Ramadan sendiri merupakan program Kolaborasi antara Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Bank Indonesia (BI), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Bank Syariah Indonesia (BSI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Masjid ISTIQLAL.

Dalam surat yang berisi tanda tangan palsu Ketum dan Sekjen DMI tersebut, rencananya akan digelar Festival Ramadan pada, Senin, (4/4/2022). Kegiatan itu akan digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pukul 15:30-17:30 WIB.

Baca juga
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Internasional Standar WHO

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa rencana Festival Ramadan dan Peresmian Badan Usaha Milik Masjid yang merupakan kelanjutan dari bagian Program EMAS (Ekonomi Masjid) di ISEF 2021.

Tinggalkan Komentar