PAN Merapat ke Koalisi Pemerintahan

PAN Merapat ke Koalisi Pemerintahan - inilah.com

Sore ini, Presiden Joko Widodo mengundang para petinggi partai koalisi ke Istana Merdeka. Seluruh partai kolaisi dikabarkan hadir. Yang menarik, hadir pula petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) yakni Ketua Umum Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno.

Seperti diketahui sebelumnya PAN bukanlah partai pendukung Jokowi-Amin. Pada Pilpres 2019 lalu, partai berlambang matahari putih ini mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Tetapi, berbeda dengan PKS dan Demokrat, PAN memang tidak pernah menyatakan diri sebagai partai oposisi.

Dalam berbagai kesempatan Ketum Zulhas selalu memakai istilah di luar pemerintahan. “Kami ini di luar pemerintahan. Tapi kami selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara. Bukan soal mendukung atau tidak mendukung,” ujarnya pada salah satu pidato politik yang disampaikan sekitar bulan Mei 2021.

Baca juga  Ponsel dan Laptop Kena Pajak, Analis PKR: Wong Cilik Diobok-obok, Konglomerat Dielus-elus

Dengan datangnya Ketum Zulhas dan Sekjennya ke istana sore ini, hal itu bisa ditangkap publik sebagai gestur positif PAN bergabung dengan koalisi pemerintahan. Posisi Zulhas yang disebut sebagai ketua umum berkuasa penuh, sebagaimana ia sampaikan dalam pidato politik di CSIS 18 Asustus lalu, memang membuatnya tidak memiliki hambatan untuk bisa ikut membantu pemerintahan.

Apakah PAN akan dapat jatah menteri? Rapat pimpinan partai koalisi masih berlangsung. Menurut sumber kuat di lingkaran istana, PAN disebut akan ditawari posisi menko PMK, menteri perhubungan atau menteri koperasi dan UKM. Dengan bergabungnya PAN ke koalisi Jokowi, peta politik 2024 akan menjadi lebih menarik.

Baca juga  Menkes Tegaskan Daerah Tidak Perlu Simpan Stok Vaksin

Tinggalkan Komentar