Rabu, 17 Agustus 2022
19 Muharram 1444

PANDI Catat 5.579 Insiden Serangan Phising Terjadi di Kuartal Kedua 2022

Rabu, 03 Agu 2022 - 15:04 WIB
Penulis : Harris Muda
Editor : Ibnu Naufal
Konferensi pers temuan Indonesia Anti-Phising Data Exchange (IDADX) periode kuartal kedua 2022 di Tangerang Selatan, Rabu (3/8/2022). (Foto inilah.com)
Konferensi pers temuan Indonesia Anti-Phising Data Exchange (IDADX) periode kuartal kedua 2022 di Tangerang Selatan, Rabu (3/8/2022). (Foto inilah.com)

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatat terdapat lebih dari 5.579 serangan phising di Indonesia pada kuartal kedua 2022 yang sebagian besar menyasar sektor bisnis dan keuangan.

“Kebanyakan dari penyerang-penyerang phsing ini untuk melakukan pencurian data di sosial media dan sektor bisnis jadi paling banyak. Jadi sasaran bisnis ya keuangan, seperti fintech, bank terus bisa jadi pinjol (pinjaman online) ya,” kata Deputi Pengembangan, Riset Terapan, Inovasi dan Teknik Pandi, Muhammad Fauzi dalam acara konferensi pers temuan Indonesia Anti-Phising Data Exchange (IDADX) periode kuartal kedua 2022 di Tangerang Selatan, Rabu (3/8/2022).

Phising diketahui meruapakan bentuk penipuan yang dicirikan dengan percobaan untuk mendapatkan informasi sensitif, seperti kata sandi dan kartu kredit, melalui komunikasi elektronik seperti surat elektronik atau pesan instan yang seolah-olah dari institusi resmi.

Baca juga
Empat Tips Jitu Hindari Hoaks

Dari data yang dijabarkan, tindakan Phising yang terjadi di kuartal kedua tahun 2022 ini mengalami kenaikan hampir 1.500 lebih.

Semula, pada kuartal pertama, Pandi mencatat ada lebih 3.180 kasus phising pada Januari-Maret 2022.

“Total perbulannya (kuartal kedua) itu di bulan April ada 2122 di bulan Mei ada sebanyak 1693 kemudian di bulan Juni 1764 phising, nah diantaranya atau menggunakan menyererupai brand atau organjsasi ada 54 di bulan April, di bulan Mei 32 dan Juni ada 40,” jelas Fauzi.

Menurut laporan PANDI, dari total 5.579 kasus phising pada April-Juni 2022, 41 persennya menyasar lembaga keuangan, kemudian diikuti e-commerce 32 persen, dan 21 persen mengincar sektor media sosial.

Baca juga
Jurus Biznet Bangun Akses Internet Cepat hingga Pelosok Daerah

Dalam penanganannya PANDI akan melakukan tindakan pemblokiran bagi pelaku phising yang menggunakan domain dot id (.id).

Adapun, Pandi juga berharap agar masyarakat berperan aktif melaporkan situs website dengan domain .id jika ternyata dimanfaatkan untuk kejahatan phising.

Tinggalkan Komentar