Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Pangan Mahal dan Utang Menggunung, Krisis Ekonomi Mendekati Indonesia

Pangan Mahal dan Utang Menggunung, Krisis Ekonomi Membayangi RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sebagai Menteri Keuangan, kekhawatiran Sri Mulyani tentangmasa depan ekonomi Indonesia, tentu saja tidak main-main. Akankan Indonesia mengikuti jejak Sri Langka yang kini dilanda krisis.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto punya kekhawatiran yang kurang lebih sama dengan Sri Mulyani. Bahwa pertumbuhan ekonomi tahun ini, bakalan meleset dari perkiraaan. “Dengan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, harga energi, dan harga produk-produk industri kemungkinan juga akan mengalami kenaikan. Tantangan pemulihan ekonomi masih cukup berat di tahun ini,” papar Eko kepada Inilah.com, Jakarta, Rabu (6/4/2022).

Namun, Eko tidak yakin nasib Indonesia tidaklah seapes Sri Langka yang saat ini didera krisis ekonomi yang cukup mengkhawatirkan. Asal tahu saja, penyebab krisis ekonomi Sri Langka adalah mahalnya harga energi dan kebutuhan pokok, serta menggunungnya utang negara.

Baca juga
Pangkas Birokrasi, Sri Mulyani Transfer Langsung Dana BOS ke Sekolah

Meski dalam realitasnya, harga barang di Indonesia kini terus merangkak naik. Mulai dari BBM, minyak goreng, daging sapi, cabai, telur dan sejumlah bahan pangan. Kemungkinan harga LPG 3 kilogram (bersubsidi) serta Pertalite juga ikut naik. Ditambah lagi utang negara sudah di atas Rp7 ribu triliun. “Tapi saya masih yakin, Indonesia tidak sampai krisis seperti Sri Lanka. Hanya saja, target pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta penurunan kemiskinan, masih akan sulit tercapai,” pungkas Eko.

Sekedar mengingatkan, Menkeu Sri Mulyani sangat mengkhawatirkan kenaikan harga bahan pangan yang sulit dikendalikan. Masalah serius di dunia saat ini bukan lagi pandemi COVID-19 namun invasi militer Rusia terhadap Ukraina. “Dulu tantangan dan ancaman bagi masyarakat adalah pandemi, sekarang tantangan dan ancaman bagi masyarakat adalah kenaikan barang-barang tersebut,” kata Sri Mulyani.

Baca juga
Lantik 29 Pejabat Tinggi, Sri Mulyani Ingatkan Tantangan ke Depan Bukan Kaleng-kaleng

Sri Mulyani menyebut, kenaikan harga barang memang tak lepas dari kenaikan harga komoditas global, dipicu eskalasi Rusia-Ukraina. Belum lagi ditambah dengan ancaman inflasi global yang kian meninggi.

 

Tinggalkan Komentar