Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Pantau Tekanan Darah Ketika Gunakan Obat Kontrasepsi

Obat Kontrasepsi
foto unsplash

Ketika memilih menggunakan obat kontrasepsi hormonal harus perhatikan beberapa aspek kesehatan. Selain soal kesehatan kandungan, tekanan darah dalam tubuh juga harus diperhatikan.

Menurut anggota Pokja Panduan Konsensus Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia atau Indonesian Society of Hypertension, dr. Siska Suridanda Dany, Sp.JP, FIHA, para perempuan yang memiliki riwayat hipertensi perlu pantau secara rutin tekanan darah saat menggunakan obat kontrasepsi hormonal.

“Kalau ingin menggunakan obat kontrasepsi hormonal sebaiknya¬†aware peningkatan tekanan darah. Merupakan salah satu yang bisa terjadi komplikasi dan tekanan darah harus diperiksa sebelum dan sesudah mengonsumsi pil kontrasepsi setiap 3 bulan,” katanya pada acara virtual ditulis di Jakarta, Sabtu, (19/02/2022).

Baca juga
4 Hal yang Perlu Dilakukan Pemerintah Atasi Sebaran Omicron

Penggunaan obat hormonal menjadi salah satu aspek terjadinya peningkatan tekanan darah. Hipertensi terkait pil kontrasepsi didapatkan pada sekitar 2-5 persen perempuan dengan tekanan darah yang awalnya normal. Kemudian, pada perempuan hipertensi, peningkatan tekanan darah terjadi pada 9-16 persen.

Risiko meningkatnya hipertensi bisa terjadi karena berbagai faktor seperti ada kebiasaan merokok, usia, ada tidaknya obesitas, serta durasi dan dosis obat kontrasepsi yang digunakan.

Siska menyarankan para kaum hawa mengganti jenis obat kontrasepsi bila terjadi peningkatan tekanan darah dan ini perlu dikonsultasikan dengan dokter.

“Ada beberapa jenis kontrasepsi hormonal, ada yang lebih rendah risikonya untuk terjadi hipertensi dibandingkan dengan yang lain, ini harus dikonsultasikan dengan dokter,” paparnya

Baca juga
Windows 11 Resmi Sudah Bisa Dibeli di Indonesia, Harganya?

Menurut dia, umumnya, peningkatan darah dalam kondisi ini akan kembali normal ketika obat kontrasepsi dihentikan. Tetapi, apabila tekanan darah tetap tinggi walaupun telah dilakukan penyesuaian jenis pil kontrasepsi maka pil kontrasepsi harus dihentikan.

Penggunaan obat kontrasepsi menjadi pilihan di kalangan perempuan yang ingin menunda kehamilan sampai dirinya merasa siap. Siska mengingatkan, obat ini berisiko meningkatkan tekanan darah.

Di Indonesia, jumlah pasien hipertensi relatif tinggi dan kecenderungannya tidak menunjukkan penurunan dalam satu dekade terakhir. Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan survei tahun 2018 yaitu sekitar 34 persen tidak berubah dari angka yang didapat pada survei tahun 2007.

Baca juga
Pakar Ungkap Faktor Pemicu Obesitas Tidak Terkait MSG

Penyebab tingginya kasus baru hipertensi akibat tingginya faktor risiko hipertensi seperti diabetes melitus (kencing manis), kegemukan, konsumsi garam yang tinggi dan merokok.

Tinggalkan Komentar