Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Pariwisata Bali Masih Tidur, Bisnis Penerbangan dan Hotel Ikutan Rebah

Kamis, 09 Des 2021 - 09:10 WIB
Balisepi2 - inilah.com
Pariwisata Bali masih sepi

Menurut hasil riset PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, bisnis perhotelan di Bali masih senyap. Pertanda sektor pariwisata belum pulih, lantaran terdampak pandemi COVID-19.

Hingga kuartal III 2021, rata-rata tingkat okupansi hotel Bali hanya 9,7 persen saja. Department Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani menyebutkan okupansi Bali masih jauh dibandingkan dengan tingkat okupansi nasional untuk periode sama yang sebesar 32 persen. Sebagai perbandingan, sebelum pandemi, tingkat okupansi Bali hampir 60 persen, lebih tinggi dari nasional yang ada di kisaran 53,8 persen. “Di Bali lebih parah lagi, okupansi rate di Bali baru 9,7 persen. Rata-rata biasanya 59,6 persen,” terang dia pada konferensi pers kuartalan, Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Selain perhotelan, ia mencatat sektor lain yang juga masih kesulitan adalah sektor transportasi, khususnya untuk angkutan udara dan darat. Misalnya, hingga akhir September ini jumlah penumpang udara domestik masih terkontraksi 16,5 persen dibandingkan tahun lalu atau hanya 19,5 juta penumpang.

Baca juga
Unik, RedDoorz Tawarkan Hotel Berkonsep Urban

Angka tersebut jauh tertinggal dari angka sebelum pandemi yang mencapai 76,7 juta orang. Angkutan udara jalur internasional malah lebih parah lagi dengan catatan hanya 3 persen penumpang dibandingkan periode 2019.

Untuk kereta api, Bank Mandiri mencatat hingga akhir kuartal III 2021 jumlah penumpang secara nasional hanya 32 persen dari total penumpang sebelum pandemi covid-19. Namun, untuk pengiriman barang pertumbuhan telah melampaui capaian sebelum pandemi.

Kendati begitu, ia memaparkan tak semua sektor masih terengah-engah, ada jenis usaha yang malah bertumbuh di tengah pandemi COVID-19.
Ambil contoh sektor pertambangan, mulai dari batubara, minyak dan gas bumi (migas), kelapa sawit, karet, nikel, hingga semen sudah bertumbuh positif.

Baca juga
Lakukan Pertemuan Tertutup, Menko Luhut dan Ganjar Tunda Kenaikan Tiket Borobudur

Ia menyampaikan pertumbuhan ditopang oleh kenaikan harga komoditas yang sudah mulai terjadi selama beberapa bulan terakhir.

 

Tinggalkan Komentar