Pariwisata di Indonesia Tak Bisa Berharap Banyak dari Wisatawan Asing di 2022

Pariwisata di Indonesia
istimewa

Pandemi belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Terlebih saat ini muncul varian baru Omicron yang terus menyebar di beberapa negara. Pandemi sangat berpengaruh pada sektor pariwisata di Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad memperkirakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada tahun depan masih rendah karena dunia masih menghadapi situasi pandemi.

Menurutnya, sektor pariwisata di Indonesia masih didominasi oleh wisatawan domestik dibandingkan dengan wisatawan internasional secara umum.

“Untuk turis internasional di 2022 tampaknya belum bisa berharap banyak karena situasi pandemi masih terjadi dan banyak lembaga sudah memperkirakan bahwa memang situasinya membaik, tetapi belum normal seperti sedia kala,” ujar Tauhid ditulis di Jakarta, Jumat, (10/12/2021).

Baca juga  Terus Bertambah, Penerima Vaksin Lengkap di Indonesia Capai 36,8 Juta Orang

Peluang gelombang ketiga ditambah dengan varian Omicron COVID-19, kata Tauhid, menjadi variabel yang perlu diperhitungkan dalam membaca perkiraan pertumbuhan industri pariwisata pada 2022.

Ia juga menekankan agar Indonesia perlu mewaspadai dan mengantisipasi kondisi terburuk tersebut dengan tetap menjaga pintu masuk utama dari arus internasional.

“Untuk 2022 ke depan, saya kira perlu ada antisipasi gelombang ketiga. Pintu utama masuk ini jangan sampai jebol. Setelah kita belajar dua kali menghadapi gelombang COVID-19, itu biasanya lag-nya sebulan,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar