Minggu, 26 Juni 2022
26 Dzul Qa'dah 1443

Pasangan Suami Istri Ingin Punya Anak Harus Kompak Cek Kesehatan

Sabtu, 28 Mei 2022 - 19:15 WIB
Punya Anak
Unsplash

Pasangan suami istri jika ingin mendapatkan anak harus memeriksakan kesehatanya bersama. Banyak kasus pasangan suami istri yang tidak memeriksakan kesehatannya ketika sulit mendapatkan anak.  Padahal, menurut Chief Executive Officer Pusat Fertilitas Bocah Indonesia, dr. Pandji Sadar, hal yang terpenting dari keberhasilan mendapatkan anak adalah adanya kesadaran suami dan istri dalam memeriksakan kesehatan terutama terkait dengan saluran reproduksi keduanya.

“Saya selalu ingatkan kepada para pasangan suami istri, kalau berobat harus berdua, jangan hanya suaminya saja atau istrinya saja. Karena keberhasilan mendapatkan anak adalah dari kontribusi keduanya,” kata Pandji kepada Inilah.com ditulis di Jakarta, Sabtu, (28/5/2022).

Masih menurutnya, dari selama tiga tahun dia menggawangi Pusat Fertilitas Bocah Indonesia, kasus yang paling sering ditemui dari pasangan suami istri yang belum mendapatkan keturunan adalah adanya masalah dalam saluran tuba yang tersumbat.

Baca juga
Pasca Transfer Embrio Ini yang Perlu Dilakukan

“Sekitar 80 persen memiliki masalah saluran tuba yang tersumbat,” tambahnya.

67 juta pasangan usia subur alami masalah kesuburan

Mengutip dari BKKBN pada tahun 2020 berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia, dari 67 juta pasangan usia subur di Indonesia, sekitar 8 juta pasangan mengalami gangguan infertilitas atau masalah kesuburan.

Pusat Fertilitas Bocah Indonesia sebagai one stop fertility center selama 3 tahun berdiri telah menemani perjuangan Ayah dan Bunda dan memberikan pelayanan kepada lebih dari 5000 pasangan yang memiliki masalah kesuburan.

Pusat Fertilitas Bocah Indonesia (PFBI) ingin mengajak masyarakat untuk peduli sedari dini terkait masalah kesuburan melalui kampanye #YakinSubur.

Baca juga
Penting Ketahui Inseminasi untuk Program Hamil

Yakin Subur merupakan kampanye terbaru dari Bocah Indonesia dengan menyasar para perempuan-perempuan hebat di Indonesia untuk melakukan pemeriksaan Anti Mullerian Hormone (AMH).

Dari hasil pemeriksaan AMH tersebut dapat digunakan untuk mengetahui cadangan sel telur yang dimiliki sebagai salah satu proses cek kesuburan dasar terutama bagi perempuan yang ingin merencanakan program hamil.

Dalam hal tersebut, PFBI menghadirkan sebuah paket pemeriksaan untuk menyukseskan program hamil, yakni Paket #YakinSubur.

“Banyak wanita Indonesia dan di Asia yang terlalu lama terbebani dengan stigma yang membuat para wanita tidak atau enggan bersuara masalah kesuburan. Sebagai startup dalam bidang infertilitas kami hadir untuk menciptakan revolusi dalam bidang kesehatan dan kesuburan,” tutur dr. Pandji.

Melalui kampanye Yakin Subur,  Pandji ngin mengajak para perempuan hebat di Indonesia untuk tidak takut mengecek kondisi kesuburan bahkan bagi Bunda yang sudah menikah dan ingin memeriksakan kesuburan serta bagi perempuan yang akan merencanakan pernikahan.

Baca juga
Pihak Ketiga Bukan Penyebab Utama Perselingkuhan

“Dengan melakukan pemeriksaan AMH, maka dapat segera menentukan penanganan yang tepat sebelum menjalani program hamil. Harapannya melalui kampanye Yakin Subur, setiap perempuan dapat memahami lebih dalam kondisi kesuburannya dan mencapai mimpi untuk segera memiliki buah hati dengan menanggulangi masalah kesuburan sejak dini,” tambah dr. Pandji.

Tinggalkan Komentar