Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Pasar Saham Cemaskan Perang Dunia Ketiga selain Suku Bunga The Fed

Whatsapp Image 2022 01 11 At 14.24.07 - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis (27/1/2022). Menurut analis, pasar mencemaskan terjadinya perang dunia ketiga dan kenaikan suku bunga The Fed di tengah tren kenaikan kasus baru Omicron.

Kepala riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA)  sempat digadang-gadang dan dielu-elukan. Sebab, selama jam perdagangan Indeks tersebut sempat menguat 518 poin atau 1,51%.

“Akan tetapi, karena dampak kekhawatiran akan terjadinya Perang Dunia ke-3 jika Rusia dibantu China dan Korea Utara jadi menyerang Ukraina yang di didukung AS dan negara NATO, hampir sama dengan pola pergerakan dihari Selasa, akhirnya Indeks DJIA justru ditutup turun sebesar 129,64 poin atau 0,38%,” katanya dalam riset dikutip Kamis (27/1/2022).

Baca juga
Eskalasi Rusia-Ukraina Genjot Harga Minyak Nyaris US$100 per Barel

Selain itu, pelaku pasar di Wall Street mengalami kekhawatiran terkait kenaikan suku bunga bank sentral AS (US FFR).

“Jika dikombinasikan dengan kembali jatuhnya harga komoditas berpotensi menjadi sentimen negatif penekan indeks bagi perdagangan di Bursa Indonesia Kamis ini. Padahal kemarin IHSG ditutup naik +0.50%,” papar dia.

Harga komoditas tambang timah turun sebesar 1,85%, emas turun 1,62% dan iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) kembali turun sebesar 1,17%. Sentiman ini terjadi di tengah kembali “menggilanya” Kasus Baru akibat Covid19 sehingga bukan mustahil level PPKM berpotensi dinaikkan ke Level 3 jika Korban Baru Covid19 terus meningkat.️

IHSG berpeluang terkoreksi turun dalam kisaran support 6.551 dan resistance 6.646.

Di atas semua itu, Edwin merekomendasikan STRONG SELL untuk saham PT Timah Tbk (TINS). Sementara saham-saham pilihannya adalah:

  1. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dalam kisaran support 2.250 dan resistance 2.490. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi beli di 2.370 dengan target harga di 2.490 dan stop-loss di 2.250.
  2. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dalam kisaran support 6.750 dan resistance 7.500. Indikator teknikal menunjukkan sinyal buy. Rekomendasi beli di 7.125 dengan target harga di 7.500 dan stop-loss di 6.750.
  3. Saham PT Royal Prima Tbk (PRIM) dalam kisaran support 372 dan resistance 412. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi beli di 392 dengan target harga di 412 dan stop-loss di 372.
  4. PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) dalam kisaran support 1.360 dan resistance 1.500. Indikator teknikal menunjukkan sinyal neutral. Rekomendasi beli di 1.430 dengan target harga di 1.500 dan stop-loss di 1.360.
  5. PT XL Axiata Tbk (EXCL) dalam kisaran support 2.930 dan resistance 3.230. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi buy di 3.080 dengan target harga di 3.230 dan stop-loss di 2.930.
  6. Rekomendasi beli saham-saham lainnya adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT) .
Baca juga
Saham Ditengarai masih Jadi Unggulan Portofolio Investasi

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar