Pasar Tradisional Ditinggalkan, Mendag Lutfi Prediksi Ekonomi Digital RI Maju pesat

Pasar Tradisional Ditinggalkan, Mendag Lutfi Prediksi Ekonomi Digital RI Maju pesat  - inilah.com

Masa depan, pasar tradisional kelihatannya semakin tidak menjanjikan. Bisa jadi bakal menjadi sejarah alias punah. Digantikan pasar digital sebagai tempat transaksi ekonomi digital. Di mana, konsumen tak perlu repot-repot harus ke pasar.

Transaksinya juga bisa dilakukan melalui telepon pintar. Jadi tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Tak sedang bercanda, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bilang, ekonomi digital sangat penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di masa pandemi COVID-19.

Bahkan, Mendag Lutfi punya prediksi bahwa ekonomi digital Indonesia akan mencapai angka Rp4.500 triliun pada 2030.

“Penting untuk ekonomi digital yaitu pertama, e-commerce yang akan menjadi primadona. Kalau hari ini ekonomi digital nilainya hanya Rp632 triliun, nanti akan tumbuh menjadi Rp4.500 triliun dan E-commerce kita akan tumbuh menjadi Rp1.904 triliun pada 2030,” kata Mendag dalam Indonesia Knowledge Forum (IKF) X – 2021, Kamis (7/10/2021).

Baca juga  Kobarkan Semangat Berbagi, KNPI Salurkan Bantuan Berton-ton Beras ke Puluhan OKP

Melihat hal tersebut, Mendag Lutfi berpendapat, ekonomi digital sangat berdampak besar terhadap perekonomian. Tetapi dia mengingatkan, bahwa ekonomi digital itu adalah berbasiskan teknologi yang mengedepankan inovasi.

“Nah, untuk itu kalau kita tidak bisa ikut aktif dalam industrialisasi kita harus ikut dalam bagaimana menjaga lingkungan kita, tetapi kalau itu pun sulit kita harus merubah gaya hidup kita yang berbasiskan daripada ekonomi digital,” jelasnya.

Menurut dia, studi Asian Development Bank menyebutkan, ekonomi digital dan platform digital, mampu mendekatkan antara yang kaya dan yang miskin, sehingga perekonomian secara keseluruhan di masa pandemi bisa ditopang oleh ekonomi digital.

Baca juga  Mendag Ingin Produk Indonesia Warnai Pasar Asing

“Ekonomi digital ini mengajarkan kita semua terutama di masa pandemi covid 19 ini. Oleh sebab itu kita juga masih sama-sama mengincrease (meningkatkan) pertumbuhan atau penetrasi daripada ekonomi digital ini,” ujar Mendag Lutfi.

Tinggalkan Komentar