Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Pasca-Lebaran, Akselerasi Uang Beredar Bakal Terjadi hingga Akhir Tahun

Selasa, 17 Mei 2022 - 17:13 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Pasca-Lebaran, Akselerasi Uang Beredar Bakal Terjadi hingga Akhir Tahun - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Wakil Kepala Badan Moneter Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Aviliani memperkirakan pertumbuhan uang beredar yang signifikan terjadi saat momen Idul Fitri akan terakselerasi hingga akhir tahun 2022.

“Jadi banyak pengusaha yang merasakan ada pertumbuhan signifikan, tetapi memang belum seperti sebelum tahun 2019,” kata Aviliani dalam Forum Merdeka Barat 9 secara daring di Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Dengan adanya pelonggaran kebijakan pemerintah saat momen Lebaran tahun 2022, ia menyampaikan pertumbuhan uang beredar sangat luar biasa terutama di tempat-tempat wisata. Okupansi hotel meningkat hingga 70 persen, selain itu di sektor makanan dan minuman pun tumbuh signifikan.

Baca juga
Rupiah masih Respons Negatif Ketegangan Rusia-Ukraina

Aviliani pun mengapresiasi keberanian pemerintah untuk memperbolehkan masyarakat mudik pada Lebaran tahun ini sehingga menjadi sinyal positif bagi pengusaha.

“Karena memang kami lihat dengan tidak adanya pembatasan kemudian pelonggarannya cukup besar itu akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan ternyata memang terbukti,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menuturkan masyarakat saat ini memang sudah memiliki ekspektasi bahwa ekonomi akan membaik ke depan, terlihat dari indeks keyakinan konsumen (IKK).

Dengan kepercayaan tersebut, konsumen semakin memiliki keberanian untuk membelanjakan uang yang ada di bank, tak hanya untuk kebutuhan pokok.

Bank Indonesia (BI) sebelumnya mencatat realisasi penarikan uang tunai pada momen Ramadan dan Lebaran tahun 2022 mencapai Rp180,2 triliun atau naik 16,6 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu, yakni Rp154,5 triliun.

Baca juga
BI: Triwulan III, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$423,1 Miliar

Bahkan, Bank Sentral melaporkan pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sebelum kondisi pandemi COVID-19 atau Mei 2019 yang sebesar 9,21 persen jika dibandingkan dengan Mei 2018.

Tinggalkan Komentar