Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Pasca Pertemuan Macron-Putin, Prancis Klaim Rusia Tidak Akan Invasi Ukraina

Selasa, 08 Feb 2022 - 22:28 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) - inilah.com
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) - Antara

Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji untuk tidak mengerahkan militer ke Ukraina dalam waktu dekat ini. Hal tersebut sebagai langkah pendahuluan untuk meredakan ketegangan.

Demikian laporan Reuters, Selasa (8/2/2022) dari seorang pejabat Prancis pasca pembicaraan Putin dan Presiden Emmanuel Macron.

Menurut pejabat itu, Putin juga sepakat bahwa tentara Rusia yang ikut dalam latihan militer di wilayah Belarusia dekat perbatasan Ukraina akan ditarik mundur segera setelah kegiatan itu selesai.

Putin sendiri tidak menyinggung tentang hal itu ketika dia berbicara kepada awak media setelah pembicaraan selama enam jam dengan Macron di Kremlin pada Senin (7/2/2022) malam.

Baca juga
Rusia Sebut Krisis Pangan Dunia karena Sanksi Barat

Macron menjadi pemimpin Barat pertama yang bertemu Putin sejak Moskow mulai mengerahkan pasukan ke dekat Ukraina

Negara-negara Barat mengatakan mereka khawatir Rusia sedang bersiap untuk menduduki Ukraina. Moskow membantah tentang hal itu, namun mengatakan Rusia bisa mengambil tindakan militer kecuali tuntutannya soal jaminan keamanan dipenuhi oleh Barat.

Rusia meminta agar Ukraina tidak disahkan menjadi anggota NATO.

Putin sebelumnya menuntut perubahan dalam pengaturan keamanan di Eropa, termasuk janji bahwa NATO tidak akan pernah mengakui Ukraina, bahwa rudal tidak akan pernah dikerahkan ke dekat perbatasan Rusia dan bahwa aliansi Barat itu akan mengurangi infrastruktur militernya.

Baca juga
Gara-gara Perangi Ukraina, ExxonMobil Kemas-kemas Tinggalkan Rusia

Pejabat Prancis tersebut mengatakan kesepakatan juga dicapai dalam pembicaraan itu untuk meningkatkan diplomasi di bawah Format Normandia. Di mana Prancis dan Jerman bertindak sebagai fasilitator dalam pembicaraan-pembicaraan yang menyangkut Rusia dan Ukraina.

Tinggalkan Komentar