Senin, 27 Juni 2022
27 Dzul Qa'dah 1443

Pasokan Sapi ke DKI Jakarta Dipastikan Aman dari Penyakit Mulut dan Kuku

Selasa, 17 Mei 2022 - 14:22 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Pasokan Sapi ke DKI Jakarta Dipastikan Aman dari Penyakit Mulut dan Kuku - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Didatangkan dari daerah yang masih bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), BUMD DKI Jakarta, Perumda Dharma Jaya memastikan daging maupun sapi hidup dan hewan ternak lain yang dipasok ke Ibu Kota dalam kondisi aman PMK.

“Kami memastikan bahwa sumber sapi yang kami ambil selama ini dari tempat yang aman,” kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman di Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Selama ini, lanjut dia, untuk kebutuhan daging sapi salah satunya dipasok dari impor yang sebagian besar didatangkan dari Australia dan Brazil dalam bentuk daging beku.

Sedangkan sapi hidup didatangkan dari Jawa Barat, Lampung,  Nusa Tenggara Barat, dan dari Blora Jawa Tengah.

Meski memastikan sumber sapi dari daerah yang aman PMK, namun ia tetap memberlakukan prosedur ketat dengan memeriksa sapi ketika baru tiba di Jakarta.

Baca juga
Wagub Riza Bantah ASN DKI Wajib Beli Tiket Formula E di Ancol

Sapi yang terindikasi memiliki penyakit mulut dan kuku, maka langsung akan dikarantina untuk mencegah penularan.

“Kalau dari daerah terindikasi sapi itu tidak boleh turun dari truk, kami masukkan karantina, kami tes di atas truk. Kalau memang ada indikasi, kami suruh keluar, kami akan pulangkan, jadi masuk karantina sendiri,” ucapnya.

Selain memastikan daerah asal sapi aman dari PMK, pihaknya juga melakukan konsolidasi dengan daerah penyuplai sapi untuk memastikan keberlanjutan pasokan agar dapat menekan potensi lonjakan harga daging sapi jelang Idul Adha, 9 Juli 2022.

Sebagai informasi, kata dia, Dharma Jaya memasok sekitar 500 hingga 600 ton per bulan di DKI Jakarta.

Baca juga
DKI Sediakan Mudik Gratis ke 17 Kota di Pulau Jawa-Sumatera

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menetapkan sebanyak enam kabupaten di dua provinsi Indonesia terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak

“Provinsi Aceh dua kabupaten, dan empat kabupaten di Jawa Timur,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Rabu (11/5).

Dua kabupaten yang dilanda wabah PMK di Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur.

Sementara itu, empat kabupaten di Jawa Timur yaitu Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.

Data Kementerian Pertanian menyebutkan jumlah kasus hewan ternak yang terinfeksi PMK di Jawa Timur sebanyak 3.205 ekor dengan kasus kematian mencapai 1,5 persen.

Sementara itu, kasus positif PMK di Aceh sebanyak 2.226 ekor dengan kasus kematian satu ekor.

Baca juga
BMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Jumat Siang

Penyakit mulut dan kuku pada hewan ini menjangkiti hewan ternak dengan kuku terbelah seperti sapi, kambing, domba, dan babi.

Penularan penyakit ini terjadi melalui virus yang penyebarannya lewat udara atau (airborne) maupun kontak langsung.

Mentan Syahrul menegaskan bahwa penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak ini tidak menular pada manusia, melainkan hanya sesama hewan ternak.

Tinggalkan Komentar