Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Pasti Tidak Sekarang, Pelan-pelan Bandara Kualanamu Jatuh ke Tangan Asing

Selasa, 30 Nov 2021 - 09:45 WIB
Bandarakualanamu2 - inilah.com
Bandara Kualanamu

Analis dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng punya firasat buruk terhadap Bandara Kualanamu, Suamtera Utara. Besar kemungkinan bandara ini bakalan jadi milik asing atau swasta.

“Nasib bandara Kuala namu akan sama dengan bandara lainnya yang dibangun dengan dana utang. Ujung-ujungnya akan dijual kepada pihak swasta dan asing,” papar Salamuddin kepada Inilah.com, Jakarta, Senin (29/11/2021).

Dia mempertanyakan keputusan PT Angkasa Pura II (persero) yang menjual 49% saham Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumut kepada GMR Airports Consortium. Di mana, GMR Airports Consortium merupakan bentukan dari GMR Group asal India dan Aéroports de Paris Group (ADP) asal Prancis.

Baca juga
Arya Sinulingga Minta Hitung Ulang Pertamax, Tanda-tanda Bakal Naik

Dan, Angkasa Pura II bersama GMR Group membentuk joint venture company (JVCo), bernama PT Angkasa Pura Aviasi. Selanjutnya, Angkasa Pura II memiliki 51% saham Angkasa Pura Aviasi, sisanya yang 49% adalah milik GMR Grup. “Beberapa tahun kemudian, Angkasa Pura II perlu dana, terpaqkwa harus jual saham Angkasa Pura Aviasi ke GMR Group. Tentu saja harganya murah. Pelan tapi pasti Bandara Kualanamu berpindah tangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian BUMN bidang Komunikasi, Arya Sinulingga melalui akun Twitter pribadinya, menjelaskan tidak ada aset yang dijual ke asing. “Jadi keliru kalau mengatakan terjadi penjualan aset,” kata Arya.

Dia bilang, melalui kerja sama joint venture company (JVCo), konsorsium perusahaan akan mengelola Kualanamu selama 25 tahun dengan sistem pengembangan aset build operate transfer (BOT). Kemudian setelah 25 tahun, aset tersebut akan dikembalikan ke AP II.

Baca juga
Selain Garuda dan BUMN Karya, Perusahaan Pelat Merah Ini dalam Ancaman

“AP II akan mendapatkan dua keuntungan. Yang pertama akan mendapatkan dana sebesar 1,58 T dari GMR, keuntungan kedua akan ada pembangunan dan pengembangan Kualanamu sebesar Rp 56 T dengan tahap pertama sebesar 3 T,” tutur Arya.

Tinggalkan Komentar