Selasa, 16 Agustus 2022
18 Muharram 1444

Patok Bunga Tinggi, Bank Neo Commerce: Produk Simpanan Kami Tak Dijamin LPS

Selasa, 05 Jul 2022 - 10:21 WIB
Patok Bunga Tinggi, Bank Neo Commerce: Simpanan Kami tak Dijamin LPS
Gerai Bank Neo Commerce/ist

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menawarkan suku bunga tinggi di atas ketetapan Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS. Suku bunga yang Bank Neo Commerce tawarkan adalah produk tabungan dengan bunga 6 persen dan deposito mulai dari 6,5 hingga 8 persen.

Meski begitu, emiten bank dengan kode saham BBYB ini memastikan suku bunga yang mereka tawarkan tidak masuk dalam penjaminan LPS. Sebab suku bunga tersebut di atas bunga yang LPS tetapkan dalam penjaminan.

LPS sendiri menjamin imbal hasil untuk bank umum pada level 3,50 persen yang berlaku hingga September 2022. Jika angka suku bunganya di atas itu, tidak masuk dalam penjaminan LPS.

“Memang LPS menjamin nasabah dengan deposito hingga Rp2 miliar per orang. Selama, suku bunganya ada di bawah atau sama dengan suku bunga penjaminan. Suku bunga penjaminan itu ada di bawah kita, sehingga simpanan kita tidak dijamin oleh LPS,” ujar Head of Investor Relation BNC Indra Cahya di Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Indra mengklaim pihaknya sudah memberitahu kepada nasabah BNC terkait suku bunga dan risiko tersebut. Selain itu, pemberian suku bunga tinggi ini memang banyak dilakukan oleh bank digital saat ini.

Baca juga
Rupiah Berotot Jelang Pertemuan Bank Sentral AS

Minat Masyarakat Jadi Acuan Bank Neo Commerce

Dia mengatakan, meski tidak ada penjaminan dari LPS, namun minat nasabah cukup tinggi terkait kebijakan ini. Hal ini bisa terlihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BNC yang tumbuh 103,95 persen year on year (yoy) dari Rp5,06 triliun menjadi Rp 10,32 triliun per Mei 2022.

Jumlah tersebut mencakup, pertumbuhan tabungan sekitar 720,56 perse yoy dari Rp248 miliar di Mei 2021 menjadi Rp2,03 triliun per Mei 2022. Sedangkan giro naik 63,33 persen yoy dari Rp469 miliar menjadi Rp766 miliar di lima bulan pertama 2022.

Baca juga
Wall Street Cemaskan Kenaikan Suku Bunga Agresif, Dow Jones Tersungkur 526,47 Poin

Adapun deposito melesat 73,11% yoy dari Rp 4,34 triliun di Mei 2021 menjadi Rp 7,52 triliun di Mei 2022. Sehingga, rasio dana mahal atau deposito masih mendominasi sekitar 72,86 persen dari total DPK.

“Target kita memang terus mengembangkan layanan digital banking kita. Idenya semakin banyak nasabah menggunakan transaksi, maka mereka akan menempatkan dana mereka tidak di deposito tapi shifting ke tabungan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsih menyatakan, selama Bank Digital memberikan bunga deposito di bawah Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS, maka pihaknya akan memberi jaminan.

“Nasabah pun harus proaktif dalam mencari informasi terkait hal itu, karena itu adalah hak nasabah untuk mendapatkan informasi yang utuh dan lengkap terkait suku bunga yang ditetapkan oleh bank,” ujar Lana belum lama ini.

Tinggalkan Komentar