Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Paus Fransiskus Kecam Keras Kesalahan Informasi Vaksin COVID-19

Selasa, 11 Jan 2022 - 03:25 WIB
Paus Fransiskus Kecam Keras Kesalahan Informasi Vaksin COVID-19

Paus Fransiskus mengecam keras terjadinya kesalahan informasi tentang vaksin COVID-19. Berbalik mendukung kampanye imunisasi.

“Kita menyadari bahwa di tempat-tempat di mana kampanye vaksinasi yang efektif telah dilakukan, risiko dampak parah dari penyakit ini telah berkurang. Oleh karena itu, penting untuk melanjutkan upaya untuk mengimunisasi masyarakat umum sebanyak mungkin,” kata Paus Fransiskus, dikutip dari Antara, Senin (10/1/2022).

Menyampaikan pidato tahunannya kepada korps diplomatik yang terakreditasi untuk Vatikan pada Senin, pernyataan Fransiskus seringkali menggambarkan situasi global. Vatikan, negara terkecil di dunia, memiliki hubungan diplomatik dengan 183 negara

Pidato Paus kepada para diplomat dari hampir 200 negara menandai dukungan de facto terhadap mandat vaksin, yang telah menjadi kontroversial di Italia dan negara-negara Eropa lainnya.

Baca juga
Umrah Kembali Tertunda hingga Tahun 2022 Lantaran Omicron

Fransiskus, yang menggunakan sekitar seperlima dari enam halaman pidatonya untuk membahas pandemi, memperingatkan adanya pernyataan ideologis mengenai vaksinasi.

“Sayangnya, kita semakin menemukan bahwa kita hidup di dunia dengan perbedaan ideologis yang kuat. Seringkali orang membiarkan diri mereka dipengaruhi oleh ideologi saat ini, seringkali didukung oleh informasi yang tidak berdasar atau fakta yang tidak terdokumentasi dengan baik,” kata dia.

“Vaksin bukanlah sarana penyembuhan ajaib, namun tentunya mewakili—di samping perawatan lain yang perlu dikembangkan—solusi paling masuk akal untuk pencegahan penyakit,” kata Paus kepada para diplomat.

Dengan mengatakan bahwa “perawatan kesehatan adalah kewajiban moral” dalam konteks pidato yang mendukung vaksinasi, Fransiskus tampaknya mengacu kepada umat Katolik dan Kristen, khususnya di Amerika Serikat, yang mengatakan bahwa mereka memiliki hak keberatan untuk divaksin berdasarkan hati nurani dan agama.

Baca juga
China Setujui Uji Klinis Vaksin Khusus Omicron Buatan Sinopharm

Fransiskus, yang telah divaksin penuh, menyerukan komitmen politik global “untuk mengupayakan kebaikan masyarakat umum melalui langkah-langkah pencegahan dan imunisasi”.

Dia memperbarui seruannya untuk distribusi vaksin yang adil ke negara-negara miskin, dengan mengatakan bahwa “aturan monopoli” mengenai paten harus dikesampingkan untuk kebaikan yang lebih besar.

Fransiskus juga kembali membela para migran, dengan mengatakan setiap negara harus menerima sebanyak mungkin migran dan bahwa tanggung jawab untuk integrasi mereka harus dibagi.

Mengenai perubahan iklim, dia mengatakan hasil KTT COP26 tahun lalu di Glasgow “agak lemah mengingat beratnya masalah” dan berharap bahwa tindakan terhadap pemanasan global dapat dikonsolidasikan pada COP27 yang direncanakan di Mesir pada November tahun ini.

Baca juga
Perjalanan Domestik Selamatkan Industri Pariwisata 2021

Dia mengulangi seruan untuk dialog di daerah konflik atau krisis seperti Lebanon, Ukraina, dan Myanmar serta seruannya untuk larangan kepemilikan senjata nuklir.

Tinggalkan Komentar