Jumat, 02 Desember 2022
08 Jumadil Awwal 1444

Paylater Dapat Stempel Haram MUI Jatim: Mengandung Unsur Riba

Sabtu, 30 Jul 2022 - 06:22 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Paylater haram
Ilustrasi Paylater (Foto istock)

Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur menyatakan metode paylater atau sistem bayar kemudian adalah haram. Keputusan tersebut berdasarkan Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI se-Jatim yang digelar baru ini.

MUI Jatim menilai paylater mirip dengan mengutang di perusahaan pembiayaan atau leasing dengan bunga sekitar 2 persen dan denda sekitar 1 persen kalau ada keterlambatan pembayaran. Hal seperti itu secara fiqih tidak dibenarkan.

“Tetapi, ada pengecualian kepada paylater yang tempo pembayarannya kurang dari satu bulan dan tidak mengenakan bunga,” kata Ketua Fatwa MUI Jatim, KH Ma’ruf Khozin, Jumat (29/7/2022).

KH Ma’ruf Khozin menambahkan yang tidak diperbolehkan adalah pinjam uang dengan nominal pembayaran yang lebih. Namun, untuk kredit diperbolehkan karena memang sudah dijelaskan di awal itu boleh.

Baca juga
Pembunuhan Brigadir J, Puan Ultimatum Komisi III Awasi Polri

“Paylater kan berbeda dengan sistem kredit,” katanya.

Khozin juga menjelaskan bahwa paylater mengandung unsur riba atau secara bahasa berarti ziyadah atau tambahan yang disyaratkan di muka oleh pihak penerbit paylater kepada konsumen.

Namun, berbeda dengan kredit yang harus memenuhi kesepakatan terlebih dahulu antara penjual dan pembeli untuk nominalnya kemudian baru dilakukan akad.

“Paylater tergolong sesuatu yang tidak diperbolehkan. Apalagi, di paylater itu akan ada debt collector, kemudian akan ada yang mengumumkan. Ini akan sama dengan pinjaman online (pinjol),” sambungnya.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), paylater adalah istilah pada transaksi pembiayaan barang atau jasa. Institusi penyedia layanan akan memberikan dana talangan kepada peminjam untuk membayar transaksi barang atau jasa yang dibutuhkan.

Baca juga
IHSG Miliki 8 Sentimen Positif, 10 Saham Layak Trading Pekan Ini

Di Indonesia, paylater dapat difasilitasi melalui beberapa lembaga jasa keuangan seperti bank, lembaga pembiayaan atau Fintech Peer-to-Peer Lending. Beberapa contoh layanan paylater adalah Traveloka Paylater, GoPayLater, Kredivo PayLater, ShopeePayLater, dan sebagainya.

Tinggalkan Komentar