Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

PBESI Akan Bangun Training Center untuk Atlet Esport

Kamis, 25 Nov 2021 - 07:24 WIB
Esport inilah.com

Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) berencana membangun training center atau pusat pelatihan bagi calon atlet dan para atlet esport yang merupakan bagian dari program pembinaan.

“Training center ini berguna, calon atlet atau atlet-atlet esport kita dapat memiliki satu tempat untuk melakukan pelatihan, termasuk nanti pelatnas, pelatda, dan sebagainya,” ujar Ketua Bidang Humas dan Komunikasi PBESI Ashadi Ang dalam diskusi virtual ‘Membangun Jenjang Karir Atlet Esports & Prestasi Bangsa’, yang digelar Rabu (24/11/2021).

Program pembinaan atlet tersebut, merupakan bagian dari rancangan besar program PBESI. Sebagai awal dari program tersebut, Ashadi mengatakan, PBESI akan melakukan kerja sama dengan seluruh kementerian terkait, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menjadikan esport sebagai ekstrakulikuler.

Baca juga
Ketum PBESI Budi Gunawan: Esports Bakal Jadi Cabor Terbaik di Indonesia

Rencananya, kegiatan ekstrakulikuler esport akan masuk ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas juga kejuruan (SMA dan SMK) sebagai wadah pengembangan potensi, sekaligus pondasi edukasi tentang esport agar memiliki pola pikir yang benar.

“Kita ingin memberikan sebuah edukasi sejak dini ketika mereka di bangku SMP, SMA, SMK. Artinya, ketika kita bicara esport, ini ekosistemnya sebesar ini, peluangnya sebesar ini, pondasi-pondasi apa yang harus do and dont-nya, kalau kita ingin menjadi atlet sukses,” kata Ashadi.

“Supaya mindsetnya benar, sehingga kita bisa menyusun program kerjanya dengan baik dan benar ketika mereka selesai SMA, SMK,” imbuhnya.

Baca juga
Atlet AS Gunakan Ponsel Sekali Pakai Saat Olimpiade Musim Dingin Beijing

Baca juga: Belletron ERA juarai UniPin Ladies Series SEA Invitational

Lebih dari itu, edukasi dini mengenai esport tersebut, menurut Ashadi, juga dapat membuka pengetahuan mengenai ekosistem esport, tidak melulu menjadi atlet, namun dapat menjadi salah satu komponen dari ekosistem tersebut, salah satunya caster.

“Selanjutnya, apabila mereka telah tamat dari SMK atau SMA, mereka dapat melanjutkan lagi akademi esport yang akan kami buka untuk umum,” ujar Ashadi.

“Setelah akademi esport ini selesai, kita akan memberikan turnamen-turnamen untuk mereka dapat mengikuti turnamen tersebut,” kata dia menambahkan.

Tinggalkan Komentar

×