Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Kekhawatiran PDIP Terhadap KIB Kian Menguat

Jumat, 27 Mei 2022 - 21:03 WIB
0512 112943 269f Inilah.com  - inilah.com
Ketua umum PAN Zulkifli Hasan (tengah), bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan),dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa memberikan keterangan usai sepakat membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) guna membangun Indonesia dengan semangat kebersamaan di Jakarta, Kamis malam (12/5/2022). Foto: Inilah.com/Didik Setiawan.

Kekawatiran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap eksistensi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) diduga kian menguat. Sebab, partai berlambang banteng moncong putih ini memberi sinyal berupaya menarik kembali tiga Partai politik yang tergabung di KIB ke barisan semula.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto, PDIP akan memulihkan dukungan dan menyatukan kembali koalisi partai politik yang mengusung Joko Widodo (Jokowi)-Maruf pada Pemilu 2019 lalu.

“PDIP menjadi kekuatan partai yang menyatukan sehingga ketika bergerak keluar kita rangkul. Supaya kita semua dalam satu barisan mendukung pemerintah Jokowi-Maruf Amin. Kita justru menarik, kita tidak pernah meninggalkan, tak pernah ditinggalkan,” kata Hasto di Senayan, Jakarta, Jumat (27/5/2022).

PDIP mengeklaim tak mengenal istilah koalisi dalam sistem pemerintahan demokrasi di Indonesia. Maka, Hasto berusaha menagih komitmen anggota koalisi yang mengusung Jokowi-Maruf agar tetap menjaga keutuhan dan stabilitas.

Baca juga
Chelsea vs Real Madrid, Inilah Hasil Drawing Perempat Final dan Semifinal UCL 2021/22

“PDIP terbiasa membangun kerja sama dengan partai politik. Dan ketika bekerja sama, kami taat sama aturan main. PDIP komitmen bergotong royong, kita tak suka meninggalkan komitmen sehingga kami meyakini dengan konsistensi mengusung Jokowi-Maruf Amin akan diperkuat,” jelasnya.

Kemudian, Hasto menegaskan, PDIP belum mau membicarakan potensi kerja sama politik untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sebab, PDIP masih mempelajari dinamika politik dan menunggu aspirasi rakyat untuk dukungan menjelang Pemilu 2024

“Di dalam berpolitik pergerakan penting ke bawah, partai terus melihat dinamika politik nasional. Tahapan KPU sendiri kan pencalonan capres (calon presiden) dan calon wakil presiden (cawapres) masih September 2023, lebih baik fokus pergerakan perekonomian rakyat pascapandemi,” terang Hasto.

Baca juga
Pengadilan Militer Myanmar Jatuhkan Vonis 11 Tahun Penjara kepada Wartawan AS

Sebab, kata Hasto menambahkan, rakyat akan bergembira apabila pemilu terselenggara dalam suasana ekonomi dalam kondisi baik.

Jaga Soliditas

KIB yang digagas Partai Golkar, PAN dan PPP telah menyatakan tetap menjaga soliditas sebagai partai pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Terlebih, KIB yang terdiri dari partai politik pendukung pemerintah itu akan meneruskan keberlanjutan program pembangunan Presiden Jokowi.

“Alhamdulillah sudah dipikirkan fokusnya membahas perencanaan menghadap kontestasi 2024. Artinya ada bagian terbesar melanjutkan dan mengawal Jokowi pasti tidak berkurang komitmennya,” ujar Sekretaris Jenderal DPP PAN, Eddy Soeparno di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Pun demikian, KIB juga tetap menjaga soliditas partai di lingkaran koalisi Jokowi dan kooperatif terhadap berbagai kerja sama politik. “Bagian komitmen menjaga soliditas parpol koalisi. Kami koperatif kerja sama tetap bisa terlaksana,” tegas Eddy.

Baca juga
Suku Bunga The Fed dan Tensi AS-Rusia Kompak Buat IHSG Lesu Darah

Sebelumnya,  Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto  mengeluarkan pernyataan bernada mengkhawatirkan keberadaan KIB terhadap jalannya pemerintahan. Hal itu terlontar dalam sebuah acara di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat lalu (20/5/2022). Hasto mengatakan,  PDIP khawatir munculnya KIB membawa iklim kontestasi lebih awal.  [yud]

Tinggalkan Komentar